Kamis, 3 Mei 2018 11:12

Burung, Nabi Sulaiman dan Jenggot

Reporter : Jumadi Kusuma
Illustrasi
Illustrasi [Pixabay]

Penulis: Salim Alatas

Suatu hari di zaman Nabi Sulaiman as, seekor Burung ingin mendarat di sebuah mata air untuk minum. 

Akan tetapi di situ banyak anak kecil yang sedang bermain. Ia takut diganggu oleh anak-anak. Maka burung kecil itu pun masih terbang di udara menunggu mereka pergi.

Anak-anak itu beranjak dari mata air. Namun, ketika hendak turun mendarat, giliran seorang kakek berjenggot yang datang meminum air. Burung kecil berpikir orang itu pasti orang baik. 

Seorang kakek dengan penampilan seperti itu tidak akan punya niat buruk terhadap hewan. Maka burung kecil pun turun mendarat di dekat air.

Saat sedang minum, tiba-tiba kakek itu melempar batu ke arah burung kecil. Beruntung ia tidak mati.

Namun lukanya cukup parah dan salah satu matanya berdarah hingga buta. Burung kecil pergi mengadu ke Nabi Sulaiman as.

Sang Nabi memanggil kakek tadi dan menjatuhkan hukuman setimpal kepadanya. Salah satu matanya harus dibuat buta.

Burung kecil menolak hukuman tersebut. 

"Mata kakek ini sedikit pun tidak melukai saya. Jenggotnya yang menipu. Saya mengira dengan Jenggot seperti itu ia tidak akan berbuat buruk terhadap saya. Saya pikir lebih adil apabila jenggotnya yang dipotong, agar tidak ada lagi yang tertipu seperti saya"

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer