Selasa, 29 Mei 2018 15:14

Aqal Manusia

Reporter : Jumadi Kusuma
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Limawaktu]

Penulis: Ust. Dr. Kholid al-Walid, Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra - Jakarta

Satu elemen yang sangat penting Allah berikan bagi manusia adalah Aqal.

Begitu pentingnya Aqal ini sehingga Allah SWT menurunkan segala hal untuk hamba-Nya yang berakal.

"Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berakal" (QS 13:4)

Aqal secara bahasa bermakna "Mengikat" atau "Menghalangi". Sehingga ada yang memaknainya sebagai yang mengikat dan menghalangi manusia dari kesalahan. Secara khusus Aqal bermakna "Daya dalam diri manusia yg menentukan antara salah dan benar, antara baik dan buruk serta melakukan proses dari tidak mengetahui hingga mengetahui".

Dengan Aqal inilah manusia mampu mengontrol keseluruhan dirinya untuk menggapai kebahagiaan dan kesempurnaan:

"Dan mereka berkata: Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (Na'qilu)(peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala". (QS 67:10)

Orang yg tidak menggunakan Aqalnya akan jatuh hingga derajat hewani atau lebih buruk lagi :

"Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). (QS 25:44)

"Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang ternak yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta serta mereka tidak berakal" (QS 2:171)

Lihatlah perjalanan Ma'rifat Nabi Ibrahim a.s. setelah memperhatikan bintang, rembulan dan matahari akalnya mengantarkannya pada kesimpulan :

"Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan." (QS 6:79)

Tanpa Aqal dirimu menjadi binatang yang menatap segala sesuatu bagaikan mangsa dan musuh.

Dengan Aqal engkau dihidupkan bersama malaikat yg menyaksikan Tuhan dibalik segala sesuatu.

Jika aqalmu bekerja sempurna maka engkaulah yang dimaksud al-Qur"an "Kemanapun engkau palingkan wajahmu disitu kau saksikan wajah Tuhan" (QS 2:115)

Baca Lainnya