Senin, 7 Mei 2018 14:29

Amanat Harta dan Kesombongan

Ilustrasi.
Ilustrasi. [Limawaktu]

Penulis: Syarifah Mydha Alaydrus

Pada masa Rasulullah SAW....
Para sahabat biasa menghadiri majelis ilmu yang diselenggarakan dan diisi langsung oleh Rasulullah.

Ketika majelis tengah berlangsung, tiba-tiba ada seseorang yang baru saja datang. Ia mencari tempat dimana semua sudah terisi, akhirnya dia menemukan satu tempat duduk, disamping seorang miskin dengan pakaian usang dan lusuh.

Orang yang baru datang itu terlihat ragu-ragu untuk duduk di situ.

Sambil mendengarkan ceramah berulang kali ia melipat-lipat pakaiannya supaya tidak menyentuh pakaian orang miskin disampingnya.

Melihat hal itu, Rasulullah SAW menegurnya.

"Mengapa kau menarik kain bajumu? Apakah kau takut pakaianmu kotor terkena pakaian saudaramu yang fakir?”

Orang kaya itu tersentak dan menyadari perbuatan salahnya. Ia merasa menyesal telah khilaf. Tanpa terasa, ternyata perbuatannya sudah menunjukkan sikapnya yang merendahkan orang lain.

Kemudian ia berkata, “Ya Rasulullah, aku bertobat kepada Allah atas kesalahanku ini. Sebagai penebus dosaku, aku akan memberikan separuh hartaku kepada saudara yang di sampingku ini.” Demikian kata si kaya sambil menunjuk kepada si fakir yang duduk disampingnya itu.

Rasulullah bertanya kepada si fakir, “Apakah kamu bersedia menerima hibahnya, ya Abdallah?”

Si fakir menjawab dengan tegas. “Tidak. Aku tidak mau hartanya!”

Rasulullah memandang sejenak orang miskin itu, lalu bertanya, “Mengapa kau tidak mau menerima separuh hartanya?”.

Orang miskin itu menjawab, “Aku takut menjadi sombong karena harta, seperti orang ini.”

Harta bisa menjadi sarana untuk beribadah, tapi juga bisa menjadi dosa manakala kita tidak sanggup mengunakannya dengan baik sebagai bukti rasa SYUKUR, atau kita jadikan sebagai Pemuas Gaya Hidup dan kesombongan kita.

Berhati-hatilah dengan harta yang DITITIPKAN Allah kepada kita.

Baca Lainnya