Rabu, 21 Februari 2018 16:43

Akhir Yang Baik Adalah Seluruh Perjalanan

Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Penulis: Ashoff Murtadha, Direktur Studi Islam Bandung

Perjuangan mewujudkan awal yang baik sama pentingnya dengan membaikkan sisa perjalanan berikutnya. Karenanya, sebelum berupaya mendapatkan hasil akhir pekerjaan dengan baik, fokus pertama yang harus diusahakan sungguh-sungguh adalah menciptakan awal yang baik.

Namun, awal yang baik nilainya hanya setengah perjalanan saja; permulaan yang baik hanya menempatkan suatu perjalanan baru dicapai separuhnya. Kelak, awal yang baik ini menjadi tidak bermakna jika buruk akhirnya. Permulaan yang baik akan sia-sia saja, jika hasil akhir dari pekerjaan atau perjalanan itu justru buruk. Nilai suatu pekerjaan ada pada akhirnya, bukan pada awalnya, apalagi tengahnya.

Mengapa setiap Mukmin harus mengupayakan hidup husnul khatimah?. Karena, akhir hidup yang baik akan menyelamatkan kehidupannya di alam baqa, betapa pun awal dan tengah kehidupannya mungkin buruk rupa. Sebaliknya, orang yang mengakhiri hidupnya dengan buruk, maka ia akan celaka, betapa pun baiknya perjalanan awal dan tengah kehidupan yang ia jalani sebelumnya.

Membangun hubungan sosial, harus diawali dengan kebaikan. Jika pun kemudian ditengah perjalanan sempat muncul masalah yang memperburuk interaksi, maka itu masih lebih baik jika hubungan itu diakhiri dengan kebaikan. Awal yang baik harus berakhir dengan baik, sekalipun sempat terganggu di tengah perjalanan. Buruknya pertengahan masih lebih baik daripada buruknya penutupan. Bahkan awal yang buruk masih lebih baik ketimbang akhir yang buruk. Sebab, nilai sebuah pekerjaan ada pada akhirnya.

Sama dengan seorang siswa yang bisa jadi tidak naik kelas, akibat hasil ujian akhirnya buruk, sekalipun sebelumnya ia selalu menyelesaikan semua tugas dan latihan dengan baik. Sama dengan mantan orang saleh yang mendapat murka Tuhan di akhirat kelak, karena ia mengakhiri hidupnya dengan su`ul khatimah, walaupun sebelumnya ia seseorang yang sangat saleh dan baik. Sama dengan orang yang membangun bisnisnya dengan baik di awal dan tengah perjalanannya, tetapi kemudian ia menghancurkan bisnisnya justru dibagian akhir episode kehidupannya. Sama dengan seorang politisi yang membangun karir politiknya dengan sangat gemilang diawal dan tengah perjalanannya, tetapi kemudian ia hancur karena tindakan buruk di akhir perjalanannya.

Sungguh, awal yang baik itu sangat penting. Ia adalah setengah perjalanan, separuh pekerjaan. Tetapi, sungguh pula, keseluruhan pekerjaan ada pada akhirnya. Nilai perjalanan ada pada ujungnya. Dan akhir lebih penting daripada awal, "Wa lal-aakhiratu khayrun laka min al-uula", sungguh yang terakhir itu –akhirat– itu lebih baik bagimu daripada yang pertama –dunia.

Maka, awali sebuah perjalanan dengan baik, dan akhiri juga dengan baik. Karena, jika awal yang baik adalah setengah pekerjaan, maka akhir yang baik adalah seluruh pekerjaan.