Jumat, 1 Juni 2018 22:02

Ahli Ibadah, Pohon dan Setan

Reporter : Jumadi Kusuma
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Penerjemah: Ustadz Sayed Hasan Alatas

Syaihk Fasyarki dalam kitabnya Inwanul Kalam menukil sebuah kisah dari kitab Khulasatul Akbar:

Pada zaman dahulu, ada orang-orang menyembah satu pohon. Seorang âbid (ahli ibadah) berniat akan menebang pohon itu. Saat dia hendak menebangnya, muncul lah setan dan berkata kepadanya:

“Jangan tebang pohon ini! Jika kau mau harta, aku memberimu dua dirham setiap bulan”

Si Abid menolak, dan setan terus menghalanginya. Keduanya lalu bertarung, dan setan kalah olehnya. Saat setan berada dibawah kakinya, berkata kepadanya, Aku akan memberimu dua dinar setiap bulan, jika kau tidak menebang pokok itu!

Si Abid tergoda dengan rayuannya itu. Maka ia menerima bayaran dua dinar yang dijanjikan setan setiap bulannya.

Namun kemudian, ketika si abid tidak menerima lagi bulanan darinya, ia bangkit lagi untuk menebang pohon itu. Setan pun muncul menghalanginya, dan terjadilah pertarungan lagi antara keduanya.

Kali ini setan mengalahkannya. Dengan angkuhnya ia berkata kepada si abid;

“Waktu pertamakali kau ingin menebang pohon itu, aku terhempas karena niatmu menyelamatkan orang-orang dari menyembah pohon. Tetapi kali ini kau yang terhempas karena niatmu ingin memperoleh dinar yang tak kau dapatkan lagi. Tidak lagi mendapatkan dinar dan niat mu karena dinar.”

Kisah tersebut mengisyaratkan pada sebuah hakikat. Orang-orang yang berjuang di jalan Allah, niscaya Allah akan membantunya.

Di dalam Alquran, Surah al-Hajj ayat 38, Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا

"Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman..”

Baca Lainnya