Sabtu, 7 April 2018 20:49

Warga Minim Informasi Pilkada, KPU KBB Diberondong Sentilan Termasuk dari Abubakar

Reporter : Fery Bangkit 
Pilkada Kabupaten Bandung Barat 2018.
Pilkada Kabupaten Bandung Barat 2018. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Minimnya informasi warga tentang penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Pilkada Jawa Barat 2018 mendapat sorotan dari sejumlah pihak.

Salah satunya dari tokoh Pemuda Bandung Barat, Lili Supriatna Hambali. Ia menilai sosialisasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (kpu) KBB tidak menyentuh hingga ke masyarakat terbawah.

Baca Juga : Hasil Survei Rectoverso Institute Buat Tim Pemenangan Emas Makin Optimis

"Support anggaran jelas tetapi hanya sosialisasi asal-asalan di tingkat Kabupaten, sementara paslon dengan aturan ketat dan keterbatasan anggaran menjangkau masyarakat pelosok," kata Lili, Sabtu (7/4/2018).

Menurut dia, sosialisasi KPU hanya formalitas untuk menyerap anggaran, sementara tujuan utama peningkatan partisipasi pemilih diabaikan.
"Mereka (KPU) diberi anggaran besar tetapi harus disadari ada tugas besar didalamnya, sekarang paslon kan terbatas seharusnya KPU lebih terstruktur, terskema dan masif hingga pelosok,"ujar Lili yang kini menjabat Ketua KNPI Bandung Barat itu.

Baca Juga : Inilah Bocoran Debat Kandidat Pilbup KBB 2018

Lili menegaskan, jika nanti tingkat partisipasi pemilih dibawah 50% di Pilkada 2018, seluruh elemen pemuda di Bandung Barat tak segan bertindak tegas menyegel KPU.

"Anggaran KPU ini bukan untuk insfrastruktur, tetapi membangun mental demokrasi. Dibawah 50 persen kita segel KPU. Jangan main-main,"tegasnya.

Baca Juga : KPU KBB Dinilai Gagal, Ini Alasannya

Kritik terhadap kinerja KPU juga terlontar dari Bupati Bandung Barat, Abubakar. Menurutnya, sosialisasi yang selama ini kerap diucapkan KPU baru sebatas formalitas saja. "Belum mengena dan efektif," ucapnya.

Secara tegas, Abubakar meminta KPU lebih gencar lagi melakukan sosialisasi tentang Pilkada 2018, yang akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018.

Bahkan, kritik lebih tajam diungkapkan Ketua DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) KBB, Fajar Taufik. Menurut dia, KPU KBB gagal dalam menjalankan fungsinya sebagai penyelenggara pemilu.

"KPU jangan asik dengan dunianya sendiri. Banyak warga yang tidak tahu Pilkada adalah kegagalan mereka sebagai penyelenggara pemilu," katanya.

Baca Lainnya