Kamis, 13 September 2018 16:29

Wali Kota Cimahi Komentari #2019GantiPresiden

Reporter : Fery Bangkit 
Penyuluhan dalam menjaga kondusifitas di daerah jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Villa Neglasari, Jln. Sirnarasa, Kamis (13/9/2018).
Penyuluhan dalam menjaga kondusifitas di daerah jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Villa Neglasari, Jln. Sirnarasa, Kamis (13/9/2018). [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id, - Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna meminta masyarakat kebal terhadap provokasi dari oknum yang diindikasi memecah belah bangsa jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri penyuluhan dalam menjaga kondusifitas di daerah jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Villa Neglasari, Jln. Sirnarasa, Kamis (13/9/2018).

Menurut Ajay, jelang Pemilu 2019 ini, sudah ada oknum yang mencoba memprovokasi masyarakat. Salah satunya adalah dengan membuat tagar '2019GantiPresiden'.

"Kan seperti kita ketahui bersama ada sebagian oknum yang membuat hastag tersebut dan mencoba memprovokasi masyarakat," ujar Ajay.

Dikatakannya, pilihan pada Pemilu 2019 nanti boleh berbeda sebab itu hak masyarakat. Namun, Ajay menghimbau agar masyarakat Cimahi untuk menghindari hal-hal yang sekiranya memprovokasi dan bisa memecah belah persatuan.

"Kepada masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh oknum yang bertujuan melakukan hal memecah belah. Kita jaga perstauan dan kesatuan," imbuhnya.

Khusus di Kota Cimahi, lanjut dia, sejauh ini masih terjaga dari hal-hal yang dapat memecah belah bangsa. Hal tersebut dikatakannya berkat sinergitas antara pemerintah daerah dengan unsur Polri-TNI di Kota Cimahi.

"Di Cimahi Insya Alloh berkat kesigapan TNI-Polri bersatu padu dengan masyarakat sudah memahami kenyaman di atas segalanya. Insya Alloh tidak akan terprovokasi hak seperti itu (#2019GantiPresiden)," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ajay juga meminta para Lurah se-Kota Cimahi untuk menyosialisasikan dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang adanya pesta demokrasi 2019 nanti. Tujuannya, agar masyarakat tidak golput saat mencoblos calon Presiden dan para calon Anggota DPR/DPRD.

Baca Lainnya