Kamis, 25 Januari 2018 12:26

Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi Kena Semprot Panwaslu Kota Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna.
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna-Ngatiyana mendapat teguran dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cimahi.

Teguran diberikan lantaran orang nomor 1 dan 2 itu turut hadir dalam acara sapa warga Bakal Calon (Balon) Gubernur Jawa Barat, Tubagus Hasanudin di Lapangan Brigif, Kota Cimahi.

“Kampanye itu dilarang melibatkan pejabat negara. Pak Wali dan Wakil sudah dapat peringatan,” tegas Ketua Panwaslu Kota Cimahi, Yus Sutaryadi saat ditemui di Sekretariat Panwaslu Kota Cimahi, Jalan Sangkuriang, Kamis (25/1/2018).

Berdasarkan pantauan beberapa waktu lalu, Ajay dan Ngatiyana hadir dalam kegiatan Balon yang diusung PDI Perjuangan tersebut. Keduanya ditemani ajudannya yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pengawal dari kepolisian.

Sebab status Tubagus Hasanudin masih Balon dan belum ditetapkan sebagai calon, Panwaslu Kota Cimahi hanya memberikan teguran lisan.

Ke depannya, tegas Yus, pihaknya melarang keras Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi agar tidak melibatkan diri dalam kegiatan kampanye apapun.

Pasalnya sesuai Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, pejabat harus mengajukan cuti diluar tanggungan negara jika ingin terlibat dalam kegiatan kampanye para calon.

Selain itu, lanjut Yus, pihaknya juga meminta Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi untuk tidak melibatkan, atau bahkan mengakomodir para PNS dalam kegiatan politik.

Sebab, sanksi tegas bagi PNS tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS.

“Potensi pelanggaran PNS ini rawan. Pengawasan lebih ketat lagi. ASN ikut itu kena meskipun tidak berseragam. Ancamannya langsung dipecat,” tandasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna mengatakan, ia siap menjadi juru kampanye pasangan Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan.

"InsyaAlloh pasti saya siap. Sebagai kader yang baik, wajib taat mengikuti intruksi partai. Tentu harus diluar kegiatan sebagai Wali Kota. Saya akan ambil cuti," ujar Ajay saat ditemui di Lapangan Brigif, Cimahi, Minggu (21/1/2018). 

Jika diinstruksikan partai, Ajay berjanji tidak akan mengarahkan bawahannya atau mempengaruhi para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memilih pasangan Kang Hasan-Anton.

"Tidak boleh itu. PNS kan harus netral. Jadi biarkan mereka (PNS) memilih yang terbaik," ujarnya.

Ajay mengatakan, secara pribadi mendoakan semoga pasangan Hasanah sukses dan bisa memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang.

"Kalau melihat pengalaman kedua Jenderal ini, saya yakin mereka bisa," kata Ajay.