Limawaktu.id,- Indeks Kualitas lingkungan Hidup (IKLH) Jawa Barat dari tahun ke tahun semakin menurun. Pada tahun 2016, nilai IKLH Jawa Barat sekitar 42,52, berada pada peringkat 30 dari 33 Provinsi di Indonesia.
Setiap tahun kita selalu berhadapan dengan bencana lingkungan hidup seperti banjir, banjir bandang, longsor, kekeringan, angin puting beliung, gerakan tanah dan lain-lain.
Bencana lingkungan hidup yang telah memberikan dampak pada korban jiwa, kerugian ekonomi dan lingkungan hidup. Selama 3 tahun terakhir, jumlah kejadian bencana mencapai 2.671 kejadian, 256 orang meninggal dunia.
Demikian data yang disampaikan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (walhi) Jabar,
karenanya pada Momentum Hari BUMI, Konsultasi Daerah Lingkungan Hidup (KDLH) Walhi Jabar akan menggelar Dialog Publik Lingkungan Hidup pada Kamis (3/5/18) bertempat di Gedung Indonesia Menggugat Kota Bandung.
"Kami berharap para kandidat dapat menyampaikan visi, misi, komitmen, kebijakan dan program pencegahan dan percepatan pemulihan lingkungan hidup dalam lima tahun kedepan yang jelas, terukur dan solutif", tutur Dadan Ramdan, Direktur Walhi Jawa Barat.
Lebih lanjut Dadan menyatakan tema dialog publik adalah “Menakar Komitmen Para Kandidat Gubernur-Wakil Gubernur Jabar Dalam Perlindungan Ruang dan Lingkungan Hidup Jawa Barat Dalam 5 Tahun Ke Depan”.
"Kami berharap semua kandidat bisa hadir, jika ada kandidat yang tidak hadir kami menilai bahwa kandidat yang bersangkutan tidak memiliki komitmen pada percepatan pemulihan kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup dan pencegahan kerusakan lingkungan ke depan. Ini menjadi catatan buruk kita semua jika kandidat tidak hadir, dan bisa menjadi dasar bagi publik untuk tidak memilih kandidat yang seperti ini," tandasnya.
Sementara itu Haerudin Inas, Ketua Dewan Daerah Walhi Jawa Barat mengatakan acara dialog ini, bukan kampanye kandidat, tidak didanai oleh kandidat dan murni diinisiasi oleh Walhi Jabar.
"Ini sudah menjadi agenda Walhi Jabar atas saran dan masukan publik dan jaringan lingkungan di Jawa Barat. Jika semua kandidat hadir, kami berharap tidak ada atribut kampanye dari para pasangan dan tim sukses pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat", pungkas Inas di Sekretariat WALHI Jabar, Kota Bandung, Senin (30/4/18).