Jumat, 4 Januari 2019 13:58

Usut Video Viral Aa Umbara, Bawaslu KBB Sudah Periksa 6 Saksi, Termasuk Kabag Humas Pemkab Bandung Barat

Reporter : Fery Bangkit 
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna.
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejauh ini telah memeriksa enam orang untuk dimintai klarifikasi perihal dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna.

Seperti diketahui, Aa Umbara diduga memanfaatkan jabatannya untuk meminta dukungan terhadap guru honorer agar mendukung anaknya, Riyan Firmansyah dan adiknya, Usep dalam Pileg 2019. Dugaan pengarahan para guru honorer terekam dan tersebar luas melalui media sosial.

Baca Juga : Ketua DPRD KBB 'Ogah' Komentari Soal Dugaan Aa Umbara yang Kampanyekan Anaknya

"Baru 6 (enam) orang (saksi)," kata Komisioner Bawaslu KBB, Ai Wildani Sri Aidah saat dihubungi via pesan singkat, Jum'at (4/1/2019).

Enam orang saksi yang diminta klarifikasi itu terdiri dari unsur pelapor atau warga dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satunya Kepala Bagian Humas Pemkab Bandung Barat, Hari Mustika.

Baca Juga : Dalami Dugaan Kampanye Terselubung Aa Umbara, Bawaslu KBB Panggil Sejumlah Saksi

Namun, salah satu saksi yang dipanggil, kemarin (2/1) yakni Kepala Dinas Pendidikan KBB, Imam Santoso mangkir dari panggilan Bawaslu KBB. Imam diduga saat itu berada dalam video bersama Aa Umbara dan para guru honorer.

"Kami akan layangkan undangan kedua dan ketiga agar yang bersangkutan (Imam Santoso) datang. Tapi jika sudah tiga kali diundang tetap tidak datang, nanti Sentra Gakumdu akan memutuskan langkah apa yang bakal ditempuh," ujar Sri.

Jika benar, orang nomor satu di Bandung Barat itu terancam dikenakan Pasal 282 jo 547 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Ancamannya, pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp36.000.000.

Baca Lainnya