Senin, 31 Desember 2018 15:47

Usut Kasus Aa Umbara, Bawaslu Bakal Panggil Kadisdik KBB

Reporter : Fery Bangkit 
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna.
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebutkan, bakal memanggil sejumlah saksi terkait kasus Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna.

Seperti diketahui, Aa Umbara diduga memanfaatkan jabatanya untuk meminta dukungan terhadap guru honorer agar mendukung anaknya, Riyan Firmansyah dan adiknya, Usep dalam Pileg 2019. Dugaan pengarahan para guru honorer terekam dan tersebar luas melalui media sosial.

Baca Juga : Aa Umbara Langgar Etika Pemerintahan dan Cederai Demokrasi

Salah satu saksi yang bakal dipanggil untuk dimintai klarifikasi adalah Kepala Dinas Pendidikan KBB, Imam Santoso. Ia diduga saat itu hadir dalam pertemuan Aa Umbara dengan para guru honorer.

"Klarifikasi rencananya dimulai tanggal 2 Januari. Ada pelapor dan beberapa saksi dulu," kata Komisioner Bawaslu, Ai Sri Wildani saat dihubungi via pesan singkat, Senin (31/12/2018).

Baca Juga : Banyak Pelanggaran APK di Cimahi, Caleg Abai Aturan atau Bawaslu tak Tegas?

Namun, kata dia, Kadisdik Imam Santoso tak akan dimintai klarifikasi tanggal 2 Januari 2018. "Kadisdik di tanggal berbeda," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu KBB, Cecep Rahmat Nugraha menambahkan, sebagai terlapor, Aa Umbara juga dipastikan akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan meminta dukungan para guru honorer itu.

Baca Juga : Ada Angkot Dipasangi Stiker Caleg, ini Respon Dishub Kota Cimahi

"Baru akan dilakukan klarifikasi. Pelapor, terlapor (Aa Umbara), saksi dan juga pihak lainnya yang keterangannya diperlukan," ujar Cecep.

Jika benar, orang nomor satu di Bandung Barat itu terancam dikenakan Pasal 282 jo 547 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Jika hasil kajian bersama dengan sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Aa Umbara terbukti melanggar Undang-undang Pemilu, ia terancam pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp36.000.000.

Baca Juga : Dear Parpol di Cimahi, Serahkan LPDSK Tanggal Segini!

Sementara itu, Aa Umbara mengaku tak ambil pusing atas video dugaan dirinya mengkampanyekan dua anggota keluarganya. Ia sudah dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) KBB.

Aa Umbara membenarkan bahwa sebelumnya memang telah terjadi pertemuan antara dirinya dengan para guru honorer KBB. Dia membantah sudah mengarahkan agar para guru honorer mendukung dua keluarganya dalam Pileg 2019.

"Saya juga kadang tidak teringat karena spontanitas saja. Mengarahkan juga tidak berharap juga tidak. Sambil santai, wong saya juga santai," ujar Aa Umbara.

Aa Umbara mengakui apa yang diucapkannya dalam video itu adalah sebuah kesalahan. Namun, dirinya membantah bahwa sudah ada hitam di atas putih agar honorer menyalurkan dukungannya terhadap anaknya, Ryan Firmansyah yang maju di Pileg DPR RI dan adiknya, Usep yang maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat.

"Gini kita ngobrol terus jujur saja, Cuma itu kesalahan saya barang kali. Kita gak nyebut partai nyebut apa dan itu biasa saja. Gak ada apa-apa," katanya.

Dikatakannya, ia siap dipanggil Bawaslu KBB untuk dimintai keterangan perihal dugaan pelanggaran kampanye itu. "Pastilah (siap dipanggil Bawaslu). Terserah Bawaslu," tandasnya.

Baca Lainnya