Senin, 2 Juli 2018 15:22

Tim Kado Kaji Ajukan Sengketa Pilbup KBB 2018 ke MK

Reporter : Fery Bangkit 
Doddy Imron Cholid-Pupu Sari Rohayati (Kado), pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat 2018.
Doddy Imron Cholid-Pupu Sari Rohayati (Kado), pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat 2018. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (kbb) mempersilahkan para pasangan calon (paslon) mengajukan sengketa Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) KBB 2018 kepada Mahkamah Konstitusi (MK).

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati KBB 2018 telah dilaksanakan pada 27 Juni 2018. Berdasarkan hasil hitung cepat, Paslon Aa Umbara-Hengki Kurniawan (Akur) unggul dengan raihan suara 419.225 atau 48,45%.

Baca Juga : Kado dan Akur Klaim Saling Unggul di Pilbup KBB 2018

Urutan kedua ditempati pasangan Doddy Imron Cholid-Pupu Sari Rohayati (kado) dengan raihan 250.355 suara atau 28,93%. Posisi bunci ditempati pasangan Elin Suharliah-Maman S Sunjaya (Emas) dengan total 195.763 suara atau 22,62%.

Tim Pemenangan paslon nomor urut dua, Kado sendiri mengaku belum menerima hasil penghitungan cepat tersebut. Pihaknya tetap akan menunggu hasil resmi penghitungan dari KPU KBB.

Baca Juga : Partisipasi Pemilih di KBB Meleset, tapi Meningkat Dibandingkan Pemilu Lalu

Terkait rencana pengajuan sengketa, Asep Miftah mengatakan, pihaknya masih menunggu informasi yang ada di lapangan. Bila memang ada temuan yang valid untuk dilaporkan, pihaknya tak akan segan melaporkannya.

"Sejauh ini kita masih menunggu laporan-laporan. Jika ada temuan yang melanggar aturan kenapa tidak," kata Asep saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (2/7/2018).

Baca Juga : Jumlah 'Golput' Pilkada KBB 2018 Capai 200 Ribu Lebih

Dirinya mengakui, memang ada beberapa laporan yang masuk ke Tim Kado soal pelanggaran Pilkada KBB 2018. Namun, hal tersebut baru sebatas informasi. Pihaknya terlebih dahulu akan mendalaminya, termasuk mencari bukti pelanggarannya.

"Ingin kroscek kebenarannnya, seperti money politik. Kalau memang bukti otentik, insyaAlloh saya tidak segan- segan melaporkan kepada pihak yang bersangkutan, terutama Bawaslu," tegasnya.

Baca Juga : Jadwal Pengajuan Sengketa Pilbup Bandung Barat 2018

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan paslon Emas, Jejen Zaenal Arifin mengakui belum terpikir untuk mengajukan sengketa Pilkada KBB 2018. Pihaknya secara 'legowo' menerima kekalahan jagoannya.

"Kalau sengketa ke MK, baik dari Paslon atau Tim Pemenangan tidak ada kepikiran untuk menggugat ke MK," ujarnya.

Menurutnya, tidak ada persoalan yang rumit dalam Pilkada KBB 2018 yang mesti dilaporkan kepada MK.

Baca Lainnya