Rabu, 10 April 2019 13:03

Tim BPN Klaim Elektabilitas Prabowo Sandi Diatas Jokowi-Amin

Reporter : Bubun Munawar
Direktur Kampanye BPN Prabowo-Sandi Sugiono (kanan) beserta tim BPN Prabowo-Sandi, dalam Konferensi Pers di Jakarta.
Direktur Kampanye BPN Prabowo-Sandi Sugiono (kanan) beserta tim BPN Prabowo-Sandi, dalam Konferensi Pers di Jakarta. [VOA]

Limawaktu.id - Tim BPN Prabowo-Sandi mengklaim berdasarkan survei internal yang dilakukan, pasangan capres dan cawapres Prabowo-Sandi elektabilitasnya sudah mencapai 62 persen.

Hal itu disampaikan Direktur Kampanye BPN Prabowo-Sandi , Sugiono. Menurut dia, survei tersebut merupakan hasil terbaru pekan lalu, yang dilakukan pada 1.440 responden di 34 provinsi di Indonesia.

Baca Juga : Sandiaga Uno Janjikan Perubahan

Metode yang dipakai dalam survei internal ini tidak jauh berbeda dengan metode yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei yang ada, meski menolak merinci kelompok masyarakat apa yang menjadi respondennya.

"Kami ingin menjelaskan kepada masyarakat bahwa hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei yang ada di Indonesia, cenderung menggiring opini publik, yaitu bahwa elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi selalu berada di bawah Jokowi-Maruf, padahal kenyataan di lapangan tidak demikian," katanya seperti diwartakan VOA Indonesia Rabu (10/4). 

Baca Juga : Kampanye Terbuka Tak Disukai Pemilih 

Dikatakan Sugiono, pihaknya ingin memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat bahwa tidak semua yang terjadi itu mencerminkan apa yang sebenarnya, karena banyak juga dari pers asing yang bertanya standing Prabowo-Sandi di pemilu presiden 2019 ini, selalu berada di bawah kalau di survei-survei.

"Itu yang menjadi persepsi di benak mereka, karena apa yang tersaji di media, di berita-berita, di masyarakat seperti itu, itu yang mereka tangkap, "ungkap dia.

Baca Juga : Prabowo Ungkit Anggaran Negara Bocor, Jokowi Bilang : Silakan Lapor KPK

Indikator yang membuat elektabilitas Prabowo-Sandi dalam survei internal itu mencapai 62 persen adalah karena kinerja pemerintah sekarang yang buruk, Seperti apa yang selalu dikatakan oleh Prabowo dalam setiap kampanye bahwa perekonomian yang buruk, anggaran negara yang bocor. 

"Hal itu memang berdampak langsung dalam kehidupan dan itulah yang memang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Sugiono.

Baca Lainnya