Kamis, 6 September 2018 23:15

Tiga Kandidat Gugur, Enam Pejabat Saling Sikut Raih Posisi Sekda KBB

Reporter : Fery Bangkit 
Illustrasi
Illustrasi [Limawaktu]

Limawaktu.id - Tiga kandidat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) gugur dalam proses seleksi terbuka atau open bidding. 

Jika awalnya ada sembilan pejabat yang mendaftar, kini tinggal menyisakan enam kandidat yang masih bersaing untuk bisa masuk dalam posisi di tiga besar. 

Berdasarkan hasil tahapan terakhir yang telah diikuti, ada tiga pejabat yang terpental dan dinyatakan gugur. Mereka adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Wandiana, Asda II KBB, Asep Ilyas, dan Aji Giatmiko Sugiat yang menjabat sebagai Staf Ahli di Pemkot Bandung.

Sementara yang masih bertahan adalah Kepala Dinas Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Asep Sodikin, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A), Asep Wahyu FS. Kemudian Staf Ahli Pemda KBB, Asep Sehabudin, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman KBB, Rachmat Adang Syafaat, Plt Kadisperindag Maman Sulaeman, dan Asda III KBB, Agustina Priyanti.

"Hingga kemarin hanya enam orang yang masih terus berlanjut mengikuti proses open bidding Sekda.  Sedangkan tiga lainnya gugur karena tidak ikut tahapan seleksi," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pengembangan Karir pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KBB, Ali Kurniawan di Ngamprah, Kamis (6/9/2018).

Ali menjelaskan, Aji Giatmiko Sugiat yang menjabat sebagai Staf Ahli di Pemkot Bandung gugur karena faktor usia. Berdasarkan aturan usia kandidat setinggi-setingginya 56 tahun pada saat Oktober 2018, sementara yang bersangkutan usianya 56 tahun pada Juli 2018 lalu. Sedangkan Wandiana dan Asep Ilyas tidak mengikuti proses penulisan makalah dihadapan Tim Pansel Provinsi yang digelar Rabu (5/9/2018). Wandiana beralasan ingin fokus pada jabatan sekarang sesangkan Asep Ilyas masih menunaikan ibdah haji dan baru akan pulang pada 23 September 2018.

Dijelaskannya, ada tujuh persyaratan khusus dan sembilan umum yang harus dipenuhi pejabat yang ikut seleksi Sekda. Persyaratan umum harus berstatus PNS di Jawa Barat, usia setingginya 56 tahun pada waktu pelantikan, tidak jadi pengurus partai politik, tidak pernah menjalani hukuman disiplin tingkat sedang dan atau berat, serta tidak pernah dijatuhi hukuman atau sedang tersangkut kasus pidana dan atau perdata. Sementara persyaratan khusus ada tujuh, antara lain sedang atau pernah menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II.b) atau jabatan fungsional madya sekurang-kurangnya selama dua tahun.

Menurutnya, bagi yang lulus harus mengikuti seleksi penulisan makalah yang dilaksanakan Rabu (5/9/2010) kemudian akan mengikuti uji kompetensi 12 sampai 13 September. Peserta juga harus mengikuti tahapan berikutnya berupa wawancara dan tes kesehatan yang dilaksanakan selama dua hari, yaitu 17 dan 18 September 2018 hingga akhirnya akan mengerucut ketiga nama.

"Tiga terbaik akan diumumkan 24 September 2018 lalu disampaikan kepada bupati terpilih. Sekitar sebulan kemudian tanggal 23 Oktober 2018, sekda terpilih akan dilantik dan mengakhiri tugas dari Plt Sekda Wahyu Diguna," tandasnya.

Baca Lainnya