Senin, 5 Februari 2018 14:19

Teruntuk Balon di Pilkada KBB, Baca Nih Anjuran Ahli Psikolog Unjani

Reporter : Fery Bangkit 
Stress Pilkada
Stress Pilkada [Net Edited]

Limawaktu.id - Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung Barat (KBB) 2018, ada tiga pasangan Bakal Calon (Balon) yang akan bertarung merebut singgasana kekuasaan di Bandung Barat.

Ketiga pasangan itu adalah Elin Suhrliah-Maman S. Sunjaya yang diusung PDIP, PKB dan PPP, pasangan Aa Umbara-Hengky Kurniawan yang diusung Partai NasDem, Partai Demokrat, PAN dan PKS serta pasangan Doddy Imron Cholid-Pupu Sari Rohayati yang diusung Partai Golkar, Partai Gerindra dan Partai Hanura.

Perang fisik dan psikologis dipastikan terjadi. Pasalnya, ketiga calon pimpinan Bandung Barat itu sama-sama tak ingin kalah. Apalagi, uang banyak dipastikan keluar untuk biaya kampanye dan sebagainya.

Hasrat ingin menang pasti menggebu dalam setiap diri keenam figur yang memiliki beragam latar belakang. Ada yang murni berasal dari politisi, birokrator, organisatorir maupun selebritis.

Dimata Psikolog Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Miryam Ariadne Sigarlaki, secara psikologis, ajang kompetisi Pilkada dapat menimbulkan kecemasan, bahkan sampai ketegangan. Khususnya bagi para pasangan calon.

"Situasi seperti ini bisa dihayati sebagai 'stressfull situation', yaitu situasi yang sarat akan tekanan," jelasnya saat dihubungi via pesan singkat, Senin (5/2/2018).

Dijelaskannya, kecemasan adalah suatu kondisi yg dialami seseorang ketika menghadapi situasi yan tidak menentu. Gejalanya dapat diikuti dengan emosi dan fisik.

Contohnya, jantung berdebar, keringat berlebih, sering buang air kecil, sakit perut, gangguan lambung dan lain-lain. Dan jika berlebihan, bisa menjadi suatu gangguan mental.

"Jika tidak dapat mengatasi, yang memungkinkan calon mengalami kesulitan atau gangguan secara fisik atau mental," terang Dosen Psikologi Unjani itu.

Ajang Pilkada pastinya akan menguras pikiran, tenaga dan waktu. Pikiran akan dicurahkan bagaimana caranya menyampikan gagasan positif agar masyarakat mau memilih.

Turun ke masyarakat pastinya akan dilakukan ketiga pasangn Balon di Pilkada Bandung Barat. Fisik dan waktu pun dipastikan akan terkuras. Kondisi tersebut menuntut para calon agar mengelola psikologi dan fisik dengan baik. Jika mampu mengelolanya dengan baik, maka ketika kalah pun tidak akan terlalu berpengaruh terhadap kejiwaan.

Maka dari itu, teruntuk semua Balon Pilkada di KBB, tetap menerima apapun yang terjadi dan menyerahkan diri pada Allah SWT, luruskan niat dari awal mencalonkan, menyadari bahwa dalam setiap kompetisi ada yang menang dan kalah.

"Dan tetap berjiwa sportif, tetap berpikir positif," pungkasnya.