Selasa, 31 Oktober 2017 12:21

Tempat Ibadah Dilarang untuk Kegiatan Politik Praktis!

Ditulis Oleh Fery Bangkit 
Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi Penanggungjawab tempat ibadah se-Kota Cimahi, di Alam Wisata Cimahi, Jalan Kolonel Masturi, Selasa (31/10/2017).
Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi Penanggungjawab tempat ibadah se-Kota Cimahi, di Alam Wisata Cimahi, Jalan Kolonel Masturi, Selasa (31/10/2017). [Limawaktu]

Limawaktu.id, - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cimahi menegaskan, tempat keagamaan dilarang untuk dijadikan sarana kegiatan politik praktis.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi Penanggungjawab tempat ibadah se-Kota Cimahi, di Alam Wisata Cimahi, Jalan Kolonel Masturi, Selasa (31/10/2017).

Sosialisasi diikuti sekitar 50 orang penanggungjawab tempat ibadah dari berbagai agama, seperti Islam, Kristen, Budha, Katolik dan Hindu.

"Jangan sampai tempat ibadah dipakai sarana politik, karena itu dilarang," tegas Yus Sutaryadi, Ketua Panwaslu Kota Cimahi saat ditemui di lokasi sosialisasi, Selasa (31/10/2017).

Menurut Yus, tempat ibadah sangat rentan untuk dijadikan sarana politik praktis seperti penyebaran isu Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) dan ujaran kebencian.

Untuk itu, kata Yus, sosialisasi bagi para penanggungjawab tempat ibadah ini sangat penting, untuk mengantisipasi pelanggaran politik.

"Politik praktis sangat membahayakan. Minimal keterlibatan para penanggungjawab ini bisa dioptimalkan, sehingga isu SARA bisa diantisipasi," imbuh Yus.

Ditekankannya, semua elemen masyarakat, termasuk para penanggungjawab tempat ibadah harus berperan aktif dalam mengawal proses pemilu.

"Kalau ditemukan indikasi pelanggaran, laporkan kepada pengawas pemilu," katanya. (kit)*

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Setuju

31 Oktober 2017 10:29 Balas