Rabu, 13 Maret 2019 15:59

Taman di Cimahi Dikepung APK Peserta Pemilu 2019

Reporter : Fery Bangkit 

Limawaktu.id - Bukannya menjaga taman, para peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 malah menutupinya dengan Alat Peraga Kampanye (APK).

Selain mengurangi keindahan dan menjadi sampah visual, keberadaan APK itu tentunya melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 5 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum dan Perda Nomor 8 Tahun 2009 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3).

Baca Juga : KPU Cianjur Temukan Tiga Ribu Kertas Suara Pemilu Rusak 

Satpol PP Kota Cimahi, sebagai institusi penegak Perda pun berkali-kali menertibkan propaganda politik itu meski biasanya esoknya kerap terpasang lagi oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab.

Rabu (13/3/2019), personel Satpol PP perlahan kembali menertibkan APK yang melanggar itu. Seperti yang menutupi taman-taman dan yang terpasang pada area terlarang.

Baca Juga : Sortir Lipat Jutaan Surat Suara di Cimahi, Petugas Hanya Dibayar Rp 75 Perak/Lembar

"Kita patroli rutin patroli. Kita tertibkan APK yang melanggar seperti di taman," ujar Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat pada Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Titi Ratna Kemala saat ditemui disela-sela penertiban.

Dikatakannya, sepanjang penertiban kali ini, banyak sekali APK yang terpasang pada taman trotoar. Di antaranya taman trotoar di sepanjang Jalan Kebon Kopi, Jalan Amir Mahmud dan Jalan Gatot Subroto.

Baca Juga : Bawaslu Cimahi Minta KPU Tambah Petugas Sorlip, ini Sebabnya!

Hal itu sangat disayangkan. Apalagi, aset pengindah wajah kota seperti taman di Kota Cimahi cukup terbatas. Dengan ditutupinya oleh propaganda politik itu, jelas mengurangi estetika kota mungil ini.

"Di Cimahi ini kan taman terbatas, terus kecil. Malah ditutup sama APK, itu kan jelas melanggar," tegasnya.

Dalam penertiban kali ini, Satpol PP menurunkan 11 spanduk APK, 26 banner, 11 baliho dan 21 bendera partai. "Kita juga tertibkan 11 banner komersil dan 7 spanduk komersil," tandasnya.

Sebelumnya, Satpol PP juga sudah menertibkan 400 lebih APK yang melanggar di wilayah utara dan selatan. Meski sudah ditertibkan, faktanya masih banyak APK yang masih terpasang, terutama di wilayah pedalaman.

Baca Lainnya