Minggu, 8 Oktober 2017 16:37

Tak Mau Ditahannya Lurah Baleendah Terulang

Camat Baleendah, Cep Aziz Sukandar
Camat Baleendah, Cep Aziz Sukandar [limawaktu]

Baleendah - Camat Baleendah, Cep Aziz Sukandar menegaskan, akan melakukan pengawasan dan pembinaan lebih ketat lagi, terkait anggaran APBD perubahan 2018 nanti. Pasalnya, dirinya tidak menginginkan peristiwa ditahannya Lurah Baleendah EH, kembali terjadi.

"Semenjak saya menjabat di Kecamatan Baleendah ini awal tahun 2017, saya melakukan pemantauan karena jangan sampai peristiwa ditahannya mantan Lurah Baleendah EH terulang kembali," kata Cep Azis saat memberikan keterangannya, Minggu (8/10).

Dia pun menjelaskan, kali ini kewenangan anggaran mutlak di pihak kecamatan, sehingga pihaknya  harus benar-benar melakukan  pengawasan dan pembinaan yang dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku, karena untuk sistem penganggaran setiap kelurahan sekarang berada di Kecamatan, selaku pengguna anggaran.

"Namun kalau tahun kemerin, sebelum Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru, kita sebagai Surat Ketetapan Pajak daerah (SKPD), jadi pemantauan tidak begitu ketat," jelasnya.

 Lebih jelas lagi Dia mengatakan, untuk pengoranisasian, pengelolaannya ada di Kecamatan, tidak lagi mutlak, yang sebelumnya SKPD dari dinas melalui ke ke keuangan lalu ke kelurahan, tapi sekarang melalui kecamatan, jadi pengawasannya lebih ketat. "Kami tidak mungkin melakukan upaya pencairan sebelum pertanggung jawaban di berikan, jadi sekarang ini sistimnya bulanan," ungkapnya.

Saat ditanyai peristiwa ditahannya Mantan Lurah Baleendah, Ia mengaku, kejadian pelaksanaan pemeriksan tahun 2015-2016, yang disinyalir baik laporan baik audit BPK, atau tindak lanjut laporan dari aparat penegak hukum. Sehingga dia (EH) di proses oleh Kejakasaan.

Kalau berkaitan dengan penyalahgunaan anggaran APBD dan lainnya, tuturnya, dirinya mengaku tidak tau kejadian itu, karena, Ia menjabat di Kecamatan Baleendah sejak 3 Januari 2017. Sehingga, katanya, kewenangan membina atau melaksanakan pengawasan tidak tau sama sekali.

"Jadi taunya tahun 2017 saja. Sekarang EH dilakukan penahanan 20 hari ke depan, tapi sekarang di perpanjang 40 hari kedepan, karena mungkin berkas-berkasnya belum komplit," Pungkasnya. (lie).

Baca Lainnya