Rabu, 14 Februari 2018 13:28

Survey Bukan Ukuran Kemenangan, Pemilih Jabar Paling Dinamis Se-Indonesia

Reporter : Jumadi Kusuma
Dedi Mulyadi (Ketua DPD Gerindra), Syaiful Huda (Ketua DPW PKB), Abdy Yuhana (Ketua DPD PDIP Jabar) dan Asep Saepudin (Peneliti Indo Barometer).
Dedi Mulyadi (Ketua DPD Gerindra), Syaiful Huda (Ketua DPW PKB), Abdy Yuhana (Ketua DPD PDIP Jabar) dan Asep Saepudin (Peneliti Indo Barometer). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Hasil survey Indo Barometer menyimpulkan pasangan calon (paslon) Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum (RINDU) dan Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi (2 DM) pada Pilgub Jabar 2018 bersaing ketat dengan popularitas dan elektabilitas tinggi jauh meninggalkan paslon Sudrajat -Ahmad Syaikhu (ASYIK) dan Hasanuddin -Anton Charliyan (HASANAH).

Pencoblosan Pilgub Jabar masih sekitar empat bulan lagi, dinamika dukungan dan prilaku pemilih masih bisa terjadi, bahkan menurut Peneliti Indo Barometer Asep Saepudin kemungkinan terjadi tsunami politik bisa berpengaruh besar.

"Perubahan dinamika politik yang terjadi di Jabar seperti gencarnya isu negatif campaign dan isu SARA sangat memungkinkan muncul karena Jabar tidak jauh dari Jakarta. Jakarta pada awalnya melihat kinerja nyata tapi ujung-ujungnya mendekati hari H malah ideologis", jelas Asep yang ditemui saat konferensi pers Dinamika Survey Jawa Barat di Hotel Bidakara Grand Savoy Homan Kota Bandung belum lama ini.

Terkait hal tersebut, Syaiful Huda Ketua DPW PKB sebagai salah satu parpol pengusung RINDU, mengatakan bahwa pemilih di Jabar paling dinamis se-Indonesia, "Butuh diagnosa dan butuh terapi khusus, karena rata-rata semua lembaga survey menyimpulkan yang paling dinamis itu di Jabar bahkan sampai pada angka mendekati 50 % pemilih, di Pilkada daerah lain kisaran 25 - 30 % dinamikanya", tuturnya.

Sementara itu Sekretaris DPD PDIP Abdy Yuhana yang juga ketua Tim HASANAH tetap optimis bisa mendongkrak popularitas dan elektabilitas HASANAH dalam waktu yang cepat, "Strateginya kita punya mesin partai, ada 360.000 mesin partai yang dimiliki oleh PDI Perjuangan dan partisipasinya sekarang sudah tumbuh. Kita sudah punya kalkulasi", tuturnya optimis.

Lebih lanjut Abdy menampik hasil survey yang menyatakan bahwa dukungan parpol belum berdampak signifikan pada popularitas dan elektabilitas kandidat.

"Saya kira tidak begitu karena kalau kita lihat bahwa ada massa swing voter dan yang strong voter. Massa PDI Perjuangan adalah stong voter pemilih loyal dan kuat yang akan kita buktikan pada 27 Juni nanti", pungkasnya.