Selasa, 8 Januari 2019 11:02

Soal Video Dugaan Pelanggaran Kampanye, Status Aa Umbara Ditentukan Pekan Depan

Reporter : Fery Bangkit 
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna.
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Status Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna bakal ditentukan pekan depan. Hingga kini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih berkutat dengan pemeriksaan sejumlah saksi.

Sejak beberapa hari lalu, orang nomor satu di KBB itu menjadi terlapor atas dugaan pelanggaran kampanye. Melalui video yang viral di media sosial, Aa Umbara diduga mengarahkan guru honorer agar mendukung dua anggota keluarganya dalam Pileg 2019.

Baca Juga : LPSDK di Kota Cimahi:NasDem Terbanyak, Perindo, PAN dan PKPI Nihil

Ketua Bawaslu KBB, Cecep Rahmat Nugraha menyatakan, sejauh ini pihaknya telah memeriksa sekitar sembilan orang saksi untuk dimintai klarifikasi. Salah satunya adalah Kepala Dinas Pendidikan KBB, Imam Santoso, yang merupakan terlapor kedua atas kasus dugaan pelanggaran kampanye itu.

"Akan kita lakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi lain. Masih dalam proses pendalaman dan pengembangan. Belum ada putusan," kata Cecep saat dihubungi via sambungan telepon, Selasa (8/1/2019).

Baca Juga : Usut Video Viral Aa Umbara, Bawaslu KBB Sudah Periksa 6 Saksi, Termasuk Kabag Humas Pemkab Bandung Barat

Sejauh ini, Aa Umbara belum mendapat jatah pemanggilan dari Bawaslu. Badan pengawas itu masih disibukan dengan pemeriksaan saksi-saksi lain. "Untuk Pak Bupati belum kita panggil, kita membutuhkan informasi dari yang lainnya dulu," ujar Cecep.

Setelah proses klarifikasi selesai di Bawaslu atau tepatnya 14 hari kerja, maka hasilnya akan dibahas bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakumdu). Kemungkinan, paling cepat pembahasan akan dilakukan pekan ini.

Baca Juga : Dipanggil Bawaslu Soal Video Aa Umbara, Begini Pengakuan Kabag Humas Pemkab Bandung Barat

"Kalau untuk apakah ini ditindak lanjuti atau tidak ditindaklanjuti atau statusnya dinaikan ke tahap penyidikan atau tidak itu terlebih dahulu dibahas di Sentra Gakumdu. Mungkin minggu depan hasilnya seperti apa," jelas Cecep.

Sebelumnya, video berdurasi 1 menit 22 detik berisikan dugaan pengarahan guru honorer oleh Aa Umbara viral di media sosial. Dalam pernyataannya, Aa Umbara seolah meminta guru honorer agar mendukung anaknya, Riyan Firmansyah dan adiknya, Usep dalam Pileg 2019.

Jika terbukti, orang nomor satu di Bandung Barat itu terancam dikenakan Pasal 282 jo 547 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Ancamannya, pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp36.000.000.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer