Sabtu, 13 April 2019 11:16

Sketsa Berisi Pesan Damai dari KBB untuk Pilpres 2019

Reporter : Fery Bangkit 
Aep Wahyudin membuat sketsa wajah Jokowi yang berdampingan dengan Prabowo
Aep Wahyudin membuat sketsa wajah Jokowi yang berdampingan dengan Prabowo [ferybangkit]

Limawaktu.id - H-4 jelang Pemilihan Umum (Pemilu), khususnya Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, pesan menyejukan datang dari warga Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Bukan dengan turun kejalan, menggelar aksi dan sebagainya, namun pesan damai itu disuarakan lewat selembar kertas yang digores dengan tinta. Dengan luwesnya, Aep Wahyudin membuat sketsa wajah Jokowi yang berdampingan dengan Prabowo.

Baca Juga : Sorlip Surat Suara Terlambat, Setting Logistik Pemilu di Cimahi pun Tersendat

Aep mengatakan, ide membuat sketsa wajah dua sosok ini berawal dari maraknya pemberitaan Pilpres yang makin memanas. Hal ini membuatnya merasa prihatin dan perlu ada cara agar mendinginkan suasana.

"Suhu politik makin memanas. Melalui sketsa ini, saya ingin menyampaikan pesan pentingnya menjaga persatuan dan menjauhkan pertikaian akibat perbedaan politik," kata Aep, Sabtu (13/4/2019).

Baca Juga : TKN Soal Surat Suara Tercoblos di Malaysia:Harus Diusut!

Menurutnya, ekspresi pesan damai dalam Pemilu bisa disampaikan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggambar dua wajah Capres yang saling berjabat tangan yang diibaratkan sebagai simbol persatuan.

"Lagi iseng membuat sketsa wajah orang lain, tiba-tiba saya nonton televisi dan melihat dua kubu capres saling debat. Akhirnya kepikiran gimana kalau saya buat sketsa wajah Jokowi dan Prabowo yang sedang berjabat tangan," ungkapnya.

Baca Juga : Layani Pemilih ODGJ, KPU KBB Siapkan Petugas Jemput Bola

Soal bakat menggambarnya, diakui Aep itu sudah ada sejak ia duduk di bangku SD. Namun semakin dewasa, bakatnya lebih terasah dan nyaman saat membuat sketsa wajah. Hingga kini, ia sudah menggambar hingga puluhan sketsa wajah.

"Saya pernah membuat sketsa wajah Gubernur Jabar Ridwan Kamil serta tokoh-tokoh lainnya," tuturnya.

Menurut dia, untuk menggambar sketsa Capres ini butuh waktu sekitar dua jam. Namun cepat dan lamanya dalam pembuatan sketsa wajah tergantung tingkat kerumitan objek yang digambar. Selain sketsa wajah, berbagai jenis gambar juga sering dibuatnya, mulai dari pemandangan, lukisan tembok dan lain-lain.

Meski sederhana dan mungkin tidak akan dilirik oleh tim dari kedua Capres, ia berharap, ke depannya tercipta pesta demokrasi yang damai, tentram hingga akhir perhelatan Pilpres. Selain itu, yang terpenting adalah terpilih pemimpin yang amanah bagi semua rakyat Indonesia.

"Keutuhan bangsa lebih penting dibanding berseteru hanya karena perbedaan pilihan. Karena siapa pun presiden yang terpilih, itulah pemimpin yang terbaik bagi bangsa ini," tandas Aep.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer