Sabtu, 23 Maret 2019 12:12

Simulasi Pemilu 2019 di Cimahi:Dibayar Rp 50 Ribu, Pemilih Masih Kebingungan Cara Nyoblos

Reporter : Fery Bangkit 
Simulasi Pemilu 2019
Simulasi Pemilu 2019 [ferybangkit]

Limawaktu.id - Sebanyak 265 pemilih di TPS 21 Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi melakukan pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Pencoblosan dilaksanakan Sabtu (23/3/2019) di Halaman Kecamatan Cimahi Tengah, Jalan Terusan. Ada lima jenis surat suara yang mereka harus coblos, yakni Pilpres, DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kota Cimahi.

Baca Juga : Puluhan Ribu Surat Suara Pemilu 2019 KBB Luntur dan Sobek 

Berdasarkan jadwal semula, pencoblosan dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Para pemilih mulai berdatangan ke area TPS 21 yang telah disediakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi.

Warga yang datang diarahkan langsung ke meja daftar hadir pemilih. Panitia akan melakukan pemeriksaan dari mulai penyesuaian KTP dan formulir C6, apakah sesuai dengan DPT atau tidak. Kemudian, jari-jari tangannya pun diperiksa.

Baca Juga : Sorlip Surat Suara Pemilu 12 Hari, KPU KBB Gelontrokan Rp 600 Juta

Setelah itu, pemilih harus tanda tangan kedatangan dengan formulir C7 yang disesuaikan dengan jenis kelamin. Pemilih juga sekaligus menerima nomor urut panggilan. Setelah itu, pemilih menunggu giliran pencoblosan di tempat yang telah disediakan.

Kemudian, setelah dipanggil, pemilih menuju meja penyediaan surat suara untuk melakukan pencoblosan. Pemilih diarahkan ke bilik suara. Setelah kertas suaranya dicoblos, lalu dilipat seperti semula.

Baca Juga : Ada 7 Ribu Lebih TPS, Pemilu 2019 di Cimahi-KBB Dikawal 1.230 Personel Gabungan

Selanjutnya, kerta suara yang sudah dicoblos itu dimasukan ke dalam kotak suara sesuai dengan warna. Warna abu menandakan Pilpres, kuning DPR RI, merah DPD RI, biru DPRD Provinsi dan hijau DPRD Kota.

Setelah selesai, pemilih langsung diarahkan ke meja tinta sebagai pertanda bahwa warga di TPS 21 sudah menyalurkan hak pilihnya.

Baca Juga : Sebulan Jelang Pemilu, KPU KBB Masih Kurang Ratusan Kotak dan Bilik Suara

Pencoblosan itu bukanlah yang sebenarnya, melainkan hanya simulasi atau gambaran pelaksanaan Pemilu nanti. Sebab, hari pencoblosan yang sebenarnya baru akan berlangsung 17 April mendatang.

Iceu (56), salah seorang pemilih menuturkan, surat suara Pemilu serentak tahun ini sangat membingungkan. Sebab, selain ada lima jenis, surat suaranya juga besar dan belum tahu harus mencoblos di area mana.

"Masih bingung, surat suaranya banyak dan besar," ujarnya.

Ia menuturkan, sejauh ini belum ada informasi yang masif seputar tata cara pencoblosan. Jadi, kata dia, wajar jika dirinya dan warga lain masih bingung. "Iya inginnya mah ada sosialisasi lagi biar gak bingung," ujarnya.

Ketua KPU Kota Cimahi, Mochamad Irman mengatakan, pihaknya bakal melakukan sosialisasi lagi untuk memastikan pemilih tidak bingung dalam pemungutan suara nanti.

"Kita akan sosialisasi lagi. Masih ada waktu," ucapnya.

Untuk simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019 ini, pihaknya memang menyediakan uang transport bagi pemilih di TPS 21.

"Kita memang ada transport khusus simulasi ini, Rp 50 ribu," terangnya.

Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok menambahkan, warga yang hadir dalam simulasi kali ini adalah mereka yang terdaftar sebagai pemilih tetap. Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin mengukur sejauh mana antusias warga dalam memilih.

"Kita ingin melihat antusias masyarakat datang ke TPS, sehingga partisipasi bisa terlihat dan bisa meningkat," katanya.

Selain itu, lanjut Rifki, pihaknya ingin melihat teknis keseluruhan pencoblosan hingga pemungutan suara. Seperti durasi pencoblosan, kesiapan panitia dan sebagainya.

"Jangan sampai nanti salah kotak suara, ketuker nanti," katanya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer