Senin, 18 Desember 2017 21:09

Setelah Golkar, PKB Ancam Ceraikan Ridwan Kamil

Ditulis Oleh Jumadi Kusuma
Sidkon Djampi, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Barat.
Sidkon Djampi, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Barat. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat mendesak Ridwal Kamil untuk segera melakukan musyawarah mufakat antar partai koalisi pengusungnya dalam menentukan calon wakil gubernur sebagaimana rencana awal.

PKB mengancam akan mencabut dukungan politik terhadap Ridwan Kamil jika tidak segera menindaklanjuti desakan PKB.

Demikian pernyataan Sekretaris DPW PKB Sidkon Djampi saat dihubungi limawaktu.id Senin (18/12), "Salah satu komitmen bersama itu dalam penetapan calon wakil gubernur yang akan mendampingi Kang Emil," katanya.

Kesepakatan awal yang dimaksud adalah penetapan calon wakil gubernur akan ditetapkan bersama partai pengusung melalui mekanisme musyawarah, agar tidak ada dominasi salah satu pihak dalam penetapan calon pendamping Kang Emil

"Parpol yang jumlah kursinya paling banyak maupun sebaliknya, penetapan cawagub tetap harus disepakati semua partai koalisi," tegasnya.

Diketahui beberapa nama seperti Uu Ruhmazul Ulum dari PPP, Saan Mustofa dari Nasdem, Daniel Muttaqien dari Golkar dan Syaiful Huda dari PKB adalah cawagub yang disodorkan dari masing-masing partai koalisi pengusung Emil.

"Kami mendapat info Golkar mencabut usungan untuk Kang Daniel sebagai pendamping Kang Emil," katanya.

Terlepas dari itu, "Jika komitmen penetapan calon gubenur tidak dijalankan berdasarkan musyawarah partai pengusung, maka hanya satu kata dari PKB buat kang Emil, good bye (selamat tinggal)" tandasnya.

Selama ini PKB kecewa terhadap Kang Emil yang tidak komunikatif, sangat sulit diajak bertukar pikiran, bahkan seringkali tidak merespon telepon dari pengurus PKB.

"Kita kan bukan sekedar nelepon. Komitmen yang sudah dibangun, tentu harus di-update melalui komunikasi yang intensif. Lha, ini sekedar ditelpon aja sulit. Akhirnya komunikasi kita mandek," keluh Sidkon dengan nada kecewa.

"Kami minta Ridwan Kamil untuk kembali ke mekanisme awal, yaitu musyawarah mufakat. Biarkan kami yang menentukan siapa calon pendamping yang paling layak berdasarkan kesepakatan, bukan sepihak Ridwan Kamil yang menentukan," pungkas Sidkon. (jk)