Selasa, 23 Oktober 2018 14:49

Setahun Ajay-Ngatiyana, Masih Duplikasi Program Lama

Reporter : Fery Bangkit 
 Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi Ajay - Ngatiyana.
Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi Ajay - Ngatiyana. [istimewa]

Limawaktu.id, Cimahi - Kepemimpinan Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna dalam setahun ini dinilai masih menjalankan program-program Wali dan Wakil Wali Kota terdahulu.

Sementara visi dan misi serta 21 program yang dijanjikan keduanya kurang belum maksimal dilaksanakan. Hal tersebut dikarenakan minimnya sosialisasi oleh Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang menjadi pelaksana program. Imbasnya, program yang ditawarkan pun belum terasa oleh masyarakat.

"Misalnya, santunan untuk yang meninggal ber-KTP Kota Cimahi, program sinergitas di wilayah RW. Seharusnya SKPD pelaksana harus responsif," kata Dadan Kurniansyah, Pengamat Politik dan Ilmu Pemerintahan Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) saat dihubungi via pesan singkat, Selasa (23/10/2018).

Menurut Dadan, ada beberapa penyebab mengapa program Ajay-Ngatiyana ini terlambat direalisasikan. Di antaranya tingkat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), minimnya dukungan anggaran SKPD dan sinkronisasi program antar SKPD.

Paling mencolok, beber Dadan, kekosongan Sekretaris Daerah dan sejumlah kepala dinas definitif juga dinilai sangat berpengaruh terhadap kinerja Ajay-Ngatiyana dalam merealisasikan program kerja.

Jika tidak segera didefinitifkan, kata Dadan, maka akan berpengaruh pada pengambilan keputusan yang tidak efektif. Sebab, kata dia, kewenangan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi kurang didukung secara administrasif dan politis.

"Saya merasa aneh saja, kenapa tidak segera definitid. Padahal ini titik tolak perubahan dengan jargon 'Cimahi Baru'," tandas Dadan.

Hal senadan diutarakan Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Arlan Sida. Dia menilai, kinerja Ajay-Ngatiyana selama satu tahun ini ada yang menonjol.

Dalam sisi pembangunan yang sudah terealisasi menurut Arlan, sejauh ini Ajay hanya melanjutkan pembangunan wali kota sebelumnya, seperti Flyover Padasuka yang sudah diresmikan dan pembangunan Pasar Atas Baru (PAB) yang saat tengah dibangun.

"Betul (belum ada terobosan baru), saya tanya sejauh ini apa yang sudah dibangun pak Ajay ? Artinya sajauh ini pak Ajay masih beradaptasi melanjutkan yang sudah dikerjakan pemerintahan sebelumnya," ujar Arlan kepada Limawaktu melalui sambungan telepon, Selasa (23/10/2018).

Menurutnya, selama satu tahun ini wali kota yang dilantik pada 22 Oktober 2017 itu belum menunjukan inovasi atau terobosan baru yang dianggap kurang dari pemerintahan yang sebelumnya.

"Terobosan baru itu contohnya dalam hal pelayanan, kita lihat sejauh ini belum ada terobosan baru yang ditawarkan pemerintah Kota Cimahi dalam bidang pelayanan, pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat," tutur.

Disinggung terkait jaringan Internet (Wifi) setiap RW yang merupakan satu diantara janji Ajay pada saat kampanye, Arlan menilai hingga saat belum teralisasi. Artinya ada program yang bisa direalisasikan dalam waktu cepat dan ada program yang harus direalisasikan dalam waktu yang lama.

"Kalau saya berpikir untuk pengadaan wifi di setiap RW harus bisa direalisasikan dalam waktu cepat karena bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat oleh masyarakat. Artinya program wali kota ini bisa dirasakan masyarakat," ujar Arlan.

Arlan mengatakan, hingga saat ini masyarakat Kota Cimahi masih terkendala untuk menikmati wifi gratis tersebut, pasalnya pengadaannya sudah ada namun belum ada konektivitas internetnya.

"Jadi masyarakatnya juga bisa males karena masih terkendala untuk mendapatkan pelayanan yang mudah. Saya pikir harus direalisasikan sesuai janji kampanyenya pak Ajay," pungkas Arlan. 

Sebelumnya, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna menuturkan permohonan maaf jika dalam setahun ini belum merealisasikan apa yang menjadi harapan masyarakat Kota Cimahi.

"InsyaAlloh kami ke depan akan berusaha mewujudkan apa yang menjadi harapan," ujarnya.

Baca Lainnya