Senin, 2 April 2018 14:59

Sawala Pilkada Jabar 2018: Peneduh dari Kampung Dukuh

Reporter : Jumadi Kusuma
Seniman Menyanyikan syair lagu marawis yang berbahasa Sunda di Kampung Adat Dukuh Desa Ciroyom Kecamatan Cikelet Garut, Minggu (1/4/18).
Seniman Menyanyikan syair lagu marawis yang berbahasa Sunda di Kampung Adat Dukuh Desa Ciroyom Kecamatan Cikelet Garut, Minggu (1/4/18). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Alunan musik bertalu-talu sesaat sebelum acara Sawala Pilkada 2018 dimulai. Alat musik dan penyanyi seolah saling bersahutan dalam nada gembira. Ada dua jenis kesenian yang tampil yakni marawis dan kesenian tradisional Terbang.

Acara itu sendiri berlangsung di Kampung Adat Dukuh Desa Ciroyom Kecamatan Cikelet Garut, Minggu (1/4/18).

Salah satu hal yang menarik adalah syair lagu marawis yang berbahasa Sunda. Bukan hanya untaian kata yang tertata, tetapi pesan yang relevan dengan suasana pilkada.

Pesan itu bertema ajakan datang ke TPS dan tetap menjaga kerukunan. Syair-syair yang mengusik perhatian  itu sepertinya menjadi "peneduh" suasana pilkada yang rawan konflik.

Syair yang dinyanyikan berulang-ulang itu antara lain :

Ayeuna taun pilkada
Pilihan loba nu beda
Kade ulah parasea
Bisi asup ka naraka

(Sekarang musim pilkada, pilihan banyak yang beda, jangan ada pertengkaran, nanti masuk ke neraka).

Kade deuih bilih aya
Nu nyuap ku duit ku harta
Bisi kaasup nu nyogokna
Kalah urang nu doraka

(Jangan sampai ada, yang menyuap dengan uang dengan harta, jangan sampai tergolong penyuap, malah kita yang durhaka)

Baraya tong pepegatan
Bisi jadi balad setan.

(Saudara jangan putus, takut kita teman setan).

Baca Lainnya