Senin, 11 Desember 2017 22:40

Ridwan Kamil Bisa jadi ‘Jomblo’

Reporter : Jumadi Kusuma
Dr. Muradi, Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) UNPAD
Dr. Muradi, Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) UNPAD [Limawaktu]

Limawaktu.id - Gelar jomblo bukan hanya milik orang yang tidak punya kekasih hidup, tapi politisi pun bisa bernasib sama. Dinamika koalisi partai politik dan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat sampai saat ini belum final, masih mungkin perubahan drastis terjadi.

Kang Emil (Ridwan Kamil, red.) figur yang memiliki popularitas dan elektabilitas yang stabil dibanding calon gubernur yang lain, sampai saat ini belum memiliki pasangan calon wakil gubernur yang disepakati oleh koalisi parpol pengusungnya.

Diketahui selain Nasdem yang sejak awal mengusung Emil tanpa syarat, tiga partai koalisi diantaranya yaitu Golkar, PKB dan PPP mengajukan nama calon wakil gubernurnya.

Terkait hal tersebut Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) UNPAD Dr. Muradi menyatakan Kang Emil bisa jadi tidak memiliki pasangan calon wakil gubernur mengingat dua partai koalisi pengusungnya yaitu PKB dan PPP bersikeras mengajukan kadernya sebagai calon pendamping, "Kang Emil bisa jadi jomblo lagi, karena PKB dan PPP ngotot ingin kadernya jadi wakil gubernur, adapun langkah untuk pemilihan calon wakil gubernur melalui konvensi itu tidak etis karena dilakukan oleh orang yang jadi pengantin, harusnya oleh koalisi parpol,".

Lebih jauh menurut Muradi, Emil jika tidak sensitif dan membuat orang sakit hati akan kehilangan dukungan dari PKB dan PPP, "Seharusnya dibicarakan dengan partai koalisi untuk memilih siapa calon wakil gubernurnya dengan segala konsekuensinya, bahkan Emil bisa kehilangan dukungan Golkar jika dalam Munaslub ada perubahan luar biasa", pungkasnya saat jumpa pers selepas acara Diskusi Publik bertema Figur Gubernur Jawa Barat 2018-2023 Politik Populisme atau Politik Ideologi betempat di Centropunto Meeting Resto, Kota Bandung, Senin (11/12). (jk)