Rabu, 24 Januari 2018 11:53

Rentan Pelanggaran Kampanye Via Medsos Anonim, Panwaslu KBB akan Perketat Pengawasan

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Limawaktu.id,– Ketua Panitia Pengawas Pemilu (panwaslu) Kabupaten Bandung Barat Cecep Rahmat Nugraha menilai, pelanggaran pemilu melalui media sosial (medsos) rentan tejadi dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat 2018.

Pelanggaran paling rentan terjadi lewat akun medsos anonim atau akun tidak resmi. Pemilik akunnya pun tidak diketahui.

Baca Juga : Elin: Dengan Niat Tulus Ikhlas Membangun Bandung Barat, Insha Alloh Kemenangan Akan Diraih

Untuk itu, pihaknya selaku lembaga pengawas pemilu menghimbau semua unsur terkait dalam Pemiihan Kepala Daerah (Pilkada) Bandung Barat 2018, seperti pasangan calon Bupati, partai politik serta tim sukses tidak memanfaatan medsos sebagai sarana kampanye hitam atau black campaign.

“Kami akan awasi akun media sosial partai politik, pasangan calon atau tim kampanye selama masa kampanye,” tegas Cecep, Selasa (23/1/20180.

Baca Juga : Spanduk Balon Bertebaran, Panwaslu dan Satpol KBB Saling Tunggu Jadwal

Pilkada Kabupaten Bandung Barat 2018 hampir pasti akan diikuti tiga pasangan calon. Yakni Elin Suharliah-Maman S Sunjaya yang diusung PDIP, PPP dan PKB. Kemudian pasangan Aa Umbara-Hengky Kurniawan yang diusung Partai NasDem, Partai Demokrat, PKS dan PAN serta pasangan Doddy Imon Cholid-Pupu Sari Rohayati yang diusung Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai Gerindra.

Ketiga pasangan dan tim sukses harus melaporkan akun resminya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pawaslu Kabupaten Barat.

Baca Juga : Bakal Calon  Lolos Tes Kesehatan di Pilbup Bandung Barat

Untuk mengawasi pelangaran kampanye lewat medsos anonim, Panwaslu akan lebih intens melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. Pasalnya, kata Cecep, meski pada hakekatnya fokus pengawasan tertuju pada akun medsos yang terdaftar di KPU, pihaknya pun tetap akan memperketat pengawasan medsos anonim.

“Kami akan berkoordinasi secara masif dengan pihak kepolisian untuk bersama-sama mengawasi kampanye di media sosial yang dilakukan oleh akun-akun anonim,” ujarnya.

Selain itu, Cecep juga mengajak masyarakat agar berperan aktif dalam melakukan pengawasan, “Agar pelanggaran lewat media sosial bisa diminimalisir,” tandasnya.

Baca Lainnya