Minggu, 23 September 2018 14:28

'Ratu Goyang Ngebor' gak Suka Calon Presiden Saling 'Nyinyir'

Reporter : Fery Bangkit 
Inul Daratista
Inul Daratista [Fery Bangkit/limawaktuid]

 

Limawaktu.id, - Tahapan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 telah memasuki tahapan kampanye mulai Minggu (23/9/2018).

Baca Juga : Warga Cimahi 'Digoyang' Inul Daratista Hingga Trio Macan

Ada dua pasangan yang akan bertarung dalam tahun politik nanti. Yakni pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'rif Amin dan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Semua elemen masyarakat Indonesia akan dihadapkan pada dua pilihan nomor urut 01 atau 02. Pilihan mereka yang sudah berusia 17 tahun ke atas akan menentukan masa depan Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Tak terkecuali dari kalangan artis. Mereka pun akan ikut mencoblos pada 27 April 2018.

Inul Daratista, pedangdut yang terkenal dengan goyang ngebornya itu pun ikut mengomentari persaingan antara Jokowi-Ma'ruf Amin dengan Prabowo-Sandiaga Uno.

Saat ditemui dalam sebuah acara di Lapangan Brigif 15 Kujang Cimahi, Jalan Kebon Rumput, Sabtu (22/9/2018), malam, artis asal Pasuruan, Jawa Timur itu memang tak secara tegas akan memilih siapa pada Pilpres mendatang.

"Saya sebagai masyarakat Indonesia berhak memilih. Memilih siapa?  Itu rahasia saya dong," kata istri Adam Suseno tersebut.

Pelantun 'Masa Lalu' dan 'Buaya Buntung' menuturkan, dua kandidat calon pemimpin Indonesia sama-sama bagusnya. Mereka pastinya memiliki strategi tersendiri untuk memajukan bangsa ini.

"Dua-duanya sama bagusnya. Tentunya mereka punya tujuan baik untuk negeri ini," ucap Inul.

Kemudian, soal persaingan dua Jokowi-Prabowo yang sering muncul lewat media, menurut Inul itu terjadi karena oknum di bawahnya. Pasalnya, jika melihat hubungan Jokowi-Prabowo, kata itu, selama ini terlihat baik.

"Aku lihat Pak prabowo Pak Jokowi fine-fine aja, bercanda, happy," tutur ibu satu anak itu.

Dalam kesempatan tersebut, Inul pun menyampaikan pesan dan harapannya pada Pilpres 2019. Pemilik karaoke Inul Vista tersebut meminta dua kandidat Pilpres tak saling mencibir satu sama lain.

Siapapun boleh memilih tetapi 'ojo saling nyinyir' (jangan saling mencibir). Itu saya gak suka," tandasnya.

Baca Lainnya