Selasa, 31 Oktober 2017 15:11

Potensi Pelanggaran Berkedok Agama Tinggi, Bawaslu Jabar Ajak Publik Berperan Aktif

Politik Bawaslu
Bawaslu Jabar menghadiri Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Panwaslu Kota Cimahi, di Alam Wisata Cimahi, Jalan Kolonel Masturi, Selasa (31/10/2017).
Bawaslu Jabar menghadiri Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Panwaslu Kota Cimahi, di Alam Wisata Cimahi, Jalan Kolonel Masturi, Selasa (31/10/2017). [Limawaktu]

Limawaktu.id, - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menyebutkan, potensi pelanggaran di tempat-tempat ibadah menempati posisi atas dalam proses pemilihan umum.

Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Jawa Barat, Yusuf Kurnia mengatakan, potensi pelanggaran dengan memanfaatkan tempat ibadah biasanya berupa kampanye hitam, isu Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) serta ujaran kebencian.

"Bentuknya, misalnya ada selembaran kampanye hitam, terus ujaran kebencian," katanya, saat ditemui usai mengisi acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Panwaslu Kota Cimahi, di Alam Wisata Cimahi, Jalan Kolonel Masturi, Selasa (31/10/2017).

Secara kultur, kata dia, iklim politik di Jawa Barat selama ini terbilang lembut. Namun, kata Yusuf, yang harus diwaspadai ialah dampak Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang syarat akan isu SARA.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, lanjut Yusuf, pihaknya mengajak semua unsur masyarakat Jawa Barat, termasuk tokoh lintas agama agar turut aktif mengawasi semua tahapan proses demokrasi.

Tujuannya, agar pesta demokrasi, terutama yang terdekat, yakni Pilgub Jawa Barat 2018 sesuai kultur, yakni silih asah, silih asih dan silih asuh.

"Kita ingin mengajak masyarakat untuk terlibat dalam semua tahapan, dari mulai tahapan kampanye hingga proses pemilihan. Publik harus berperan aktif mulai dari tahapan awal," imbuh Yusuf.

Dikatakannya, peran aktif masyarakat dalam pengawasan pemilu diyakini akan mempersempit ruang pelanggaran politik di Jawa Barat.

"Kami ingin mengajak publik semakin cerdas, supaya pemilu semakin berkualitas," ujarnya. (kit)*

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Setuju

31 Oktober 2017 10:28 Balas