Selasa, 10 April 2018 19:11

Pilkada Jabar 2018 Rawan Konflik?

Reporter : Jumadi Kusuma
Komisioner KPU Jabar Divisi SDM dan Hubungan Partisipasi Masyarakat, Nina Yuningsih pada Sosialisasi Pilgub Jabar yang dibungkus Electainment on Campus di Universitas Nusantara Jl. Sukarno-Hatta Bandung, Selasa (10/4/18).
Komisioner KPU Jabar Divisi SDM dan Hubungan Partisipasi Masyarakat, Nina Yuningsih pada Sosialisasi Pilgub Jabar yang dibungkus Electainment on Campus di Universitas Nusantara Jl. Sukarno-Hatta Bandung, Selasa (10/4/18). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Kekhawatiran terhadap Pilkada di Jawa Barat yang dinilai berbagai kalangan sebagai kawasan rawan konflik, ternyata tidak terbukti. Masyarakat, paslon, dan pendukungnya mampu mengelola perbedaan dengan baik, sehingga suasana pilkada tetap kondusif.

Demikian antara lain dikemukakan Komisioner KPU jabar Divisi SDM dan Hubungan Partisipasi Masyarakat, Nina Yuningsih dihadapan ratusan mahasiswa pada Sosialisasi pilgub Jabar yang dibungkus Electainment on Campus di Universitas Nusantara Jl. Sukarno-Hatta Bandung, Selasa (10/4/18).

Baca Juga : Sebanyak 309.080 Pemilih Pilgub Jabar Belum Melakukan Perekaman KTP-el

Dikatakan Nina, di Jawa Barat nyaris tidak ada sentimen identitas atau ujaran kebencian. Berbeda dengan daerah lain, potensi konflik di Jawa Barat bisa diantisipasi semua pihak.

"Terlebih lagi warga Jabar dikenal someah (ramah), sehingga setiap persoalan bisa diselesaikan dengan cara-cara yang baik pula," ungkapnya.

Baca Juga : 30 % Suara Pemilih Muda tentukan Kepemimpinan Jabar 2018

Menurutnya, para calonnya sama-sama baik, warganya juga baik, "Lalu apa yang harus dipertentangkan?" katanya setengah bertanya.

Pertanyaan Nina senada dengan pendapat Rektor Universitas Islam Nusantara yang menegaskan proses pilkada harus menyenangkan.

"Sebagai sesuatu yang menyenangkan, maka mahasiswa harus berpartisipasi, datang ke TPS dan mencoblos. Ajak pula teman-teman dan keluarga menggunakan hak pilih dengan benar," ungkapnya.

Baca Lainnya