Kamis, 21 Desember 2017 16:21

Pilgub Jabar 2018 Momentum Koalisi Kebangsaan?

Ditulis Oleh Jumadi Kusuma
Koalisi Kebangsaan Pilgub Jabar 2018.
Koalisi Kebangsaan Pilgub Jabar 2018. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Mencuatnya wacana koalisi kebangsaan antara PDIP, Golkar dan PKB pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018, pasca Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) Golkar beberapa waktu lalu.

Setelah sebelumnya Golkar mencabut rekomendasinya untuk Ridwan Kamil (RK) dan belum adanya kesepakatan antar partai koalisi terkait calon wakil gubernur RK, berujung pada ancaman PKB hengkang dan mewacanakan koalisi kebangsaan.

Pengamat Politik Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) Cimahi, Arlan Sidha, S.Ip., M.A. menyatakan tidak menutup kemungkinan wacana koalisi kebangsaan terjadi pada Pilgub Jabar 2018, "Saya melihat wacana tersebut bisa saja terjadi di Jabar, sejak awal komunikasi antara Golkar dan PDIP clear, tidak ada masalah artinya kemungkinan itu bisa terealisasi dalam konteks koalisi,” terangnya, Kamis (21/12).

Lebih lanjut Arlan melihat pola koalisi akan sulit menentukan posisi calon gubernur dan wakil gubernurnya,"Siapa yang akan diusung Jabar satu?, jika kemudian Golkar bulat mengusung Dedi Mulyadi dan PDIP juga mengusung Jabar Satu. Kalau melihat konfigurasi suara, PDIP memiliki kursi terbanyak (20 kursi) namun jika koalisi ini tetap terbangun, koalisi ini bisa saja akan mengakhiri puasa gelar di Jawa Barat," ungkapnya.

Sementara itu menurut Direktur Eksekutif Eksplorasi Dinamika dan Analisa Sosial (EDAS) Bandung, Dr. Wawan Gunawan, wacana koalisi kebangsaan antara PDIP, Golkar dan PKB pada Pilkada Jabar 2018 menemukan momentum pasca rekomendasi Golkar untuk RK dicabut, "Namun namanya juga wacana mengkerucut tidaknya wacana tersebut dalam wujud koalisi yang kokoh tergantung pada dimana ketemunya irisan kepentingan Golkar, PDIP dan terutama PKB yang belum bulat suaranya," katanya.

Berdasarkan sejarah pada Pilgub Jabar, jika ada pasangan yang jumawa serta berlebihan kepercayaan dirinya biasanya kalah, "Dalam petarungan sesungguhnya yang jumawa dan over confidence biasanya kurang gigih dan kurang giat dalam strategi pemenangan", pungkas Wawan Gunawan yang akrab disapa Wagoen. (jk)