Jumat, 25 Mei 2018 17:54

Peternak Curhat Soal Lahan Pakan Ternak, Asyik Siapkan Revolusi Putih

Reporter : Fery Bangkit 
Peternak sapi bertemu dengan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu dari pasangan Asyik.
Peternak sapi bertemu dengan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu dari pasangan Asyik. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Para peternak susu di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan minimnya lahan untuk pakan ternak sapi.

Dari total 7.000 anggota KPSBU sekitar 70% di antaranya tidak memiliki lahan untuk pakan rumput. Oleh karena itu terkadang mereka mendatangkan pakan dari luar kota sehingga ongkosnya menjadi lebih mahal.

Baca Juga : Di Cimahi, Kang Emil Bahas Soal Animasi

Menurut Ketua Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Jawa Barat, Dedi Setiadi mengatakan, produksi susu di Lembang mencapai 140-150 ton/hari dengan perputaran uang mencapai Rp15 miliar/15 hari.

"Namun saat ini sedang dihadapkan pada persoalan semakin menyusutnya lahan rumput, kondisi itu yang harus menjadi perhatian pemimpin Jawa Barat ke depan," katanya, Jum'at (25/5/2018).

Baca Juga : Kompetisi Tim Paslon di TPS bakal Ketat

Hal itu disampaikannya dihadapan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu, Jum'at (25/5/2018). Dedi, mewakili para peternak membeberkan, ada tiga kendala yang dihadapi para peternak yakni ketersediaan lahan rumput, distribusi susu, dan pemasaran.

Sementara itu, Ahmad Syaikhu mengatakan, ia akan memberikan perhatian penuh kepada para peternak sapi yang tergabung dalam KPSBU Jawa Barat.

Baca Juga : Sisa Waktu Sebulan, KPU Kota Cimahi Gaet Agen Sosialisasikan Pilgub Jabar 2018

Paslon yang memiliki jargon asyik ini bahkan sudah menyiapkan program gerakan Revolusi Putih untuk menggenjot distribusi dan konsumsi susu di seluruh Jawa Barat.

"Dulu ketika saya kecil suka ada gerakan minum susu di sekolah. Nah untuk menggenjot konsumsi susu di masyarakat kami siap cetuskan gerakan Revolusi Putih," tuturnya.

Baca Juga : Salah Memilih tak Masalah, Asal Jangan Golput

Menurutnya, gerakan Revolusi Putih ini adalah sebagai upaya agar bagaimana produksi susu lokal bisa terserap. Jangan sampai susu impor masuk dan mengalahkan susu yang dihasilkan peternak sapi lokal.

Dirinya tidak mau kejadian garam impor, beras impor, hingga gula impor membanjiri Indonesia karena yang dirugikan adalah pelaku usaha kecil.

Untuk itulah, Syaikhu berjanji jika paslon Asyik diberi amanah menjadi pemimpin di Jawa Barat maka akan membuat kebijakan daerah yang linier dan ditopang oleh kebijakan pusat. Untuk itulah jika Asyik menang maka kepemimpinan di tingkat pusat juga akan dibuat segaris sehingga kebijakan daerah dan nasional menjadi selaras.

Terkait kendala yang dihadapi peternak susu soal semakin sempitnya lahan rumput, Syaikhu mengaku bisa dilakukan kerja sama seperti dengan Perhutani atau pihak lainnya. Sebab banyak lahan di Jawa Barat tidak terpakai dan dimanfaatkan yang bisa dibuat menjadi lahan produktif.

"Melalui program asyikpreuneur kami bisa berkolaborasi dalam pengembangan pemasaran susu ini, bisa saja dilakukan secara online," tandasnya.

Baca Lainnya