Sabtu, 26 Mei 2018 19:28

Penyelenggara, Peserta dan Pemilih Jegal Demokrasi

Reporter : Jumadi Kusuma
Sekolah Pergerakan Boedi Oetomo di Politeknik Negeri Bandung, Ciwaruga Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (26/5/18).
Sekolah Pergerakan Boedi Oetomo di Politeknik Negeri Bandung, Ciwaruga Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (26/5/18). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Kehidupan demokrasi di Indonesia masih harus diperjuangkan, karena masih ada pihak yang mencoba mencederainya. Para penjegal itu antara lain oknum penyelenggara pemilu, peserta pemilu, dan pemilih.

Hal itu dikemukakan Komisioner KPU Jabar Nina Yuningsih pada acara Sekolah Pergerakan Boedi Oetomo di Politeknik Negeri Bandung, Ciwaruga Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (26/5/18).

Baca Juga : Kompetisi Tim Paslon di TPS bakal Ketat

Menurutnya keterlibatan pihak-pihak tadi masih terlihat dari adanya fenomena politik uang atau pembagian kresek sembako.

"Bahkan ada spanduk di suatu daerah yang berbunyi menerima serangan fajar," ujarnya.

Baca Juga : Sisa Waktu Sebulan, KPU Kota Cimahi Gaet Agen Sosialisasikan Pilgub Jabar 2018

Untuk itu, Nina mengingatkan peserta sekolah pergerakan untuk menjadi pemilih yang cerdas, dengan mencermati track record calon pemimpin dan mencoblos pada waktunya.

"Jadilah pemilih yang baik guna mendukung pemilu yang baik pula. Pemilu yang baik diraih dengan proses yang baik," sebutnya.

Baca Juga : Salah Memilih tak Masalah, Asal Jangan Golput

Kalau prosesnya tidak baik, maka lanjut Nina, pemimpin terpilih akan berpikir bagaimana mengembalikan modal semasa kampanye.

"Kalau prosesnya tidak baik, akan semakin banyak pemimpin terkena OTT," katanya.

Kegiatan sekolah pergerakan dihadiri puluhan mahasiswa dan dosen Politeknik Negeri Bandung dan berlangsung meriah.

Baca Lainnya