Selasa, 21 November 2017 22:27

Penyebar Isu SARA Termasuk Pidana

Ditulis Oleh Jumadi Kusuma
?Ferry Kurnia Rizkiyansyah Komisioner KPU RI Tahun 2012-2017 saat menjadi nara sumber pada acara Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017, Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Padalarang,  KBB, Selasa (21/11/2017).
?Ferry Kurnia Rizkiyansyah Komisioner KPU RI Tahun 2012-2017 saat menjadi nara sumber pada acara Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017, Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, KBB, Selasa (21/11/2017). [limawaktu]

Limawaktu.id, - Isu Suku Agama Ras Antar Golongan (SARA) menjadi momok dalam perhelatan demokrasi menjelang Pilkada Serentak 2018. Politik yang cendrung menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan, termasuk memainkan isu sensitif yang menggerus pilar kebangsaan dan cermin kemunduran kualitas demokrasi.

Terkait potensi dan kemungkinan dimainkannya isu SARA dalam Pilkada Serentak 2018, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Komisioner KPU RI Tahun 2012-2017 menyatakan, "Bisa jadi potensi itu muncul tapi sebenarnya undang-undang sudah sangat preventif untuk isu SARA, karena termasuk yang dilarang dalam berkampanye. Siapapun yang melakukan proses kampanye dengan SARA akan dipidanakan. Masyarakat tidak terpancing dengan isu SARA apalagi di media sosial yang sangat liar" jelasnya, saat ditemui disela-sela acara Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 yang diselenggarakan KPU Kab. Bandung Barat (KBB), di Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, KBB, Selasa (21/11/2017) siang.

Terkait Pilkada KBB, Ferry melihat KBB penuh dinamika. "Konfigurasi partai yang ada cukup menarik. Bisa jadi tarikan-tarikan politik cukup tinggi. Bagaimana kekuatan partai bisa sinergis dgn kekuatan masyarakat, kontestasi (persaingan memperebutkan dukungan rakyat, red.) ditingkat elit yang masuk dalam kontestasi masyarakat dilakukan secara beradab dan sehat," harapnya. (jk)*

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Siiip

21 November 2017 22:09 Balas