Senin, 11 Maret 2019 12:07

Pengawas Pemilu Independen Minim, Bawaslu Khawatir Kecurangan

Reporter : Bubun Munawar
Pemilih memasukkan kertas suara saat Pemilu.
Pemilih memasukkan kertas suara saat Pemilu. [istimewa]

Limawaktu.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia mengaku jumlah pemantau pemilu independen di Jawa Barat tak sebanding dengan jumlah pemilih yang mencapai 33 juta.

Hal itu disampaikan Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo, di Kota Bandung, Minggu (10/3).
Menurutnya, jumlah TPS di Jabar ada 138.144, tapi jumlah lembaga pemantau independen yang melakukan pengawasan Pemilu hanya tiga. Dia berharap kedepannya akan semakin banyak lembaga pemantau pemilu di Jabar supaya bisa mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu.

Baca Juga : KPU Mulai Sortir-Lipat Jutaan Surat Suara Pileg 2019

"Jabar menjadi titik yang sangat kami perhatikan, karena pemilihnya paling banyak dibanding provinsi lain,"ujar Ratna.
Ratna khawatir kondisi ini akan berdampak terhadap kurang maksimalnya pengawasan pesta demokrasi. Sebab, minimnya pemantau bisa memberi kesempatan yang lebih besar bagi kontestan untuk berbuat curang.

Dia mengatakan, kurangnya jumlah lembaga pemantau independen dikarenakan tidak adanya kekuatan finansial dari masing-masing lembaga yang ada karena negara tidak menyediakan dana untuk pemantauan yang dilakukan lembaga pemantau pemilu.

Baca Juga : Sortir Lipat Surat Suara Pileg, KPU KBB Libatkan 600 Warga, Segini Bayarannya!

Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Loli Suhenti, menyebutkan, hingga saat ini baru ada tiga lembaga pemantau independen yang sudah mendaftar untuk turut serta dalam pemantauan Pemilu 2019. 

"Jumlah ini terlalu sedikit dibanding luas wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak. "Padahal di Jawa Barat ini ada 138.144 TPS. Berapa banyak orang yang dibutuhkan untuk mengawasi," ucapnya. (ant)

Baca Lainnya