Limawaktu.id - Pengamat Politik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Arlan Sidha menyebutkan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Anggota DPRD Kota Cimahi periode 2019-2024.
Seperti diketahui, wakil rakyat terpilih itu baru saja dilantik pada Senin (26/8/2019). Ada 45 orang yang menjadi pilihan masyarakat Kota Cimahi untuk menjadi pelayan masyarakat dan mengawasi kinerja Pemkot Cimahi selama lima tahun ke depan.
"Yang perlu diperhatikan salah satunya banyak sekali pekerjaan rumah yang belum diselesaikan oleh DPRD kota Cimahi. Seperti Perda dan pembahasan anggaran," kata Arlan saat dihubungi via pesan singkat, Selasa (27/8/2019).
Namun dalam tahap awal ini, kata Arlan, para Anggota DPRD Kota Cimahi khususnya wajah baru harus segera beradaptasi dengan tugas dan fungsi sebagai legislatif.
Kemudian menurut Arlan, yang katanya wakil rakyat itu perlu menunjukan eksistensinya bahwa mereka hadir di tengah-tengah untuk menjawab persoalan-persoalan masyarakat. "Terutama yang berhubungan langsung dengan kesehjahteraan masyarakat," ujar Arlan.
Hal yang paling penting, lanjut Arlan, Anggota DPRD Kota Cimahi yang baru ini harus mengurangi program plesir yang dibalut dalam Kunjungan Kerja (Kunker). Jangan sampai, kata dia, kebanyakan Kunker ini malah semakin menimbulkan citra negatif para Anggota DPRD Kota Cimahi.
"Perlu ditinjau ulang agar Kunker betul-betul dipilah dan implikasi kunker bisa dirasakan untuk kemajuan Kota Cimahi. Hal yang paling mencolok pernah gedung DPRD nyaris kosong ditinggal kunker," pungkasnya.
Terpisah, Penjabat Sementara (PJS) Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widiatmoko yang juga politisi PKS, mengatakan setelah pelantikan pihaknya langsung fokus ke persiapan pemilihan Ketua DPRD definitif dan unsur pimpinan. "Langkah yang diambil sebagai pimpinan sementara memimpin rapat, menyusun rancangan tata tertib DPRD, terus mempersiapkan pelantikan pimpinan definitif," katanya.