Pengamat Politik Universitas Jenderal Achmad Yani, Arlan Siddha.
Pengamat Politik Universitas Jenderal Achmad Yani, Arlan Siddha. [Limawaktu]
Politik

Pengamat Nilai, Para Paslon Pilgub Jabar Harus Lebih Hargai Panwaslu di Daerah

Limawaktu.id,- pengamat politik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) menilai, Panitia Pengawas Pemilu (panwaslu) Kota Cimahi memiliki tugas berat dalam pengawasan pilgub Jawa Barat 2018.

Pasalnya, kemasan kampanye yang dilakukan para calon Gubernur terbilang pintar. Di antaranya dengan menjadi narasumber dalam sebuah acara.

"Oleh karena itu, sebagai pihak penyelenggara harus bekerja lebih ekstra untuk, menciptakan suasana kondusif saat Pilgub," kata Arlan saat dihubungi via pesan singkat, Jum'at (23/3/2018).

Menurutnya, apa yang lakukan tim sukses masing-masing pasangan calon dalam membungkus kegiatan kampanye dengan berbagai cara, bisa dibilang efektif. Sebab, tanpa harus mengerahkan massa atau sebagainya, mereka (para calon) bisa memperkenalkan diri meski tidak secara langsung.

"Alih-alih menjadi pemateri, narasumber maupun sekedar memenuhi undangan, tentunya akan mengundang perbincangan dikalangan manapun. Sebab, pemahaman politik masyarakat sejauh ini sudah baik," tuturnya.

Selain itu, lanjut Arlan, para calon dan tim sukses harus lebih menghargai Panwaslu di daerah. Salah satunya dengan membuat surat tembusan pelaksanaan kampanye.

Pada Pilgub Jawa Barat 2018, ada empat pasangan calon (paslon). Yakni paslon Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan, Sudrajat-Ahmad Syaikhu dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Baca Lainnya