Selasa, 8 Mei 2018 14:54

Pengamat Media: Hoaks dipelihara Politisi sebagai Manajemen Konflik

Reporter : Jumadi Kusuma
Diskusi dan Deklarasi bertema Bongkar Hoax dengan Virus Damai.
Diskusi dan Deklarasi bertema Bongkar Hoax dengan Virus Damai. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Menghadapi hoaks di era new media atau cyber, masyarakat dan pemerintah harus bersinergi, demikian pernyataan Pengamat Media Soni Sonjaya, M.Kom selepas Diskusi dan Deklarasi bertema Bongkar Hoax dengan Virus Damai yang digelar komunitas FAANK di Kopilurs, Braga, Kota Bandung, Senin (7/5/18).

Menurut Soni, pemerintah mempunyai tanggungjawab besar dalam memberantas hoaks.

Baca Juga : KPU Jabar Antisispasi Berita Hoax

"Jangan biarkan rakyat dipermainkan hoaks oleh sekelompok orang yang mempunyai kepentingan dengan memelihara konflik atau manajemen konflik", ujarnya.

Untuk menghadapi hoaks pemerintah harus bisa mencerdaskan dan meningkatkan kualitas pendidikan agar masyarakat faham, tambahnya.

Baca Juga : Balon Wakil Gubernur ini Komentari Maraknya Penganiayaan Terhadap Ustadz

"Berdasarkan penelitian dalam budaya literasi Indonesia masuk peringkat terendah, yakni ranking ke-60 dari 61 negara yang diteliti. Karenanya rendahnya budaya literasi merupakan sumber utama maraknya hoaks", jalas Soni.

Selain itu Soni berharap tokoh agama dari berbagai agama harus berperan.

"Orang-orang beragama harus faham betul. Peran pesantren, kyai, tokoh agama semua agama harus mengerem. Lebih baik beritakan kebaikan, cinta kasih dan perdamaian dibanding dengan kebencian dan permusuhan pada seseorang, lembaga atau kelompok tertentu", pungkasnya.

Baca Lainnya