Selasa, 21 Mei 2019 18:32

Penegasan Wali Kota Cimahi Soal Isu Aksi GNKR Besok:Kami Larang!

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna [ferybangkit]

Limawaktu.id - Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mewanti-wanti masyarakat agak tak terpengaruh aksi provokasi. Apalagi sampai ikut dalam gerakan 'people power' atau yang kini dibalut Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR).

Gerakan itu merupakan balutan aksi penolakan terhadap hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang telah diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Isunya, aksi itu akan digelar 22 Mei, esok.

Baca Juga : Kencang Rencana Aksi 'People Power' atau GNKR, Pengamat:Tidak Elegan!

"Saya imbau bahwa apapun sudah ada kesepakatan, aturan kan disahkan oleh DPR RI. Proses Pemilu 2019 ini mari kita hormati, khususnya buat masyarakat Cimahi jangan terprovokasi ajakan tidak jelas apalagi disinyalir harus datang ke Jakarta," imbuh Ajay saat ditemui di Kecamatan Cimahi Utara, Jalan Serut, Selasa (21/5/2019).

Dikatakannya, jika tak puas terhadap hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg), bisa mengajukan sengketa gugatan kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Bukan dengan cara melakukan aksi provokasi.

Baca Juga : Salah Input Data, KPU Kota Cimahi Divonis Bersalah

"Ada Bawaslu, ada MK. Tidak usah pakai aksi kekerasan," ucapnya.

Selain itu, Ajay juga melarang keras Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk ikut serta ke Jakarta dalam aksi penolakan hasil Pemilu. Jika itu sampai ditemukan, pihaknya tak segan untuk memberikan sanksi tegas, sampai pemecatan.

"Kami larang dengan sangat ASN terlibat kegiatan seperti itu. Tidak boleh, akan saya langsung pecat," tandasnya.

Baca Lainnya