Limawaktu.id - Selama masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, para Calon Legislatif (Caleg) sudah mengumbar janjinya kepada masyarakat. Termasuk di Kota Cimahi.
Salah satu wilayah yang menjadi sasaran umbar janji 'kosong' para Caleg adalah warga Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
"Iya kalau Caleg, kaya sebelumnya udah pada datang ke sini. Kan lagi ada butuhnya mau dipilih," kata sesepuh Kampung Adat Cireundeu, Abah Widi, saat ditemui, Rabu (10/4/2019).
Diakuinya, selama masa kampanye Pemilu 2019 ini, sudah ada sekitar 10 Caleg yang datang ke wilayahnya untuk memperebutkan sekitar 600 Daftar pemilih Tetap (DPT) di tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) RW 10 Kelurahan Leuwigajah.
"Tapi gak pada kenal sama Caleg-nya juga, hanya satu, dua. Soalnya kebanyakan ke sininya tanpa pemberitahuan. Kalau Pilpres. Mah jelas tau siapa aja," kata Abah Widi.
Secara keseluruhan, lanjut dia, pihaknya mempersilahkan bagi para kontestan Pemilu untuk 'jual diri' dengan berbagai gagasan, kreatifitas dan janji masing-masing. Meskipun, kata Abah Widi, janjinya sangat kecil untuk terealisasi.
"Iya silahkan saja 'dagang obat yang pinter' (kampanye). Meskipun kalau ke sini karena ada kepentingan saja," tegasnya.
Meski sudah datang peserta Pemilu ke wilayah Cireundeu, Abah Widi memastikan tidak ada arahan khusus atau penakanan bagi warga untuk menjatuhkan pilihan. Ditegaskannya, setiap warga bebas memilih siapa saja yang dikehendakinya.
"Kalau di sini dari dulu gak bisa diarahkan. Bebas, pilihan ada di hati warga," ucapnya.
Soal informasi seputar pelaksanaan Pemilunya, lanjut Abah Widi, sejauh ini memang sudah ada petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi yang melakukan sosialisasi. Namun menurutnya, sistem pemilihan serentak seperti tahun ini sangat rumit. Terutama bagi pemilih yang masuk kategori Lanjut Usia (Lansia).
"Sekarang surat suaranya ada 5 (lima) lembar, ribet," katanya.