Selasa, 24 April 2018 17:43

Pemilih Pemula Kalangan Kampus pelopor Pemilih Cerdas

Reporter : Jumadi Kusuma
'Electaiment on Campus', yang digelar KPU Jabar bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jl. Setiabudi, Kota Bandung, Selasa (24/4/18).
'Electaiment on Campus', yang digelar KPU Jabar bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jl. Setiabudi, Kota Bandung, Selasa (24/4/18). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- pemilih pemula diharapkan kritis dalam menyikapi Pilgub 27 Juni mendatang. Sikap kritis itu ditunjukkan dengan mencari tahu calon pemimpin, mencermati visi dan misinya, menjadi pionir penangkal hoaks, menggunakan hak pilih, dan mengawasi kinerja pemimpin terpilih.

Demikian terungkap dalam 'Electaiment on Campus', yang digelar KPU Jabar bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jl. Setiabudi, Kota Bandung, Selasa (24/4/18).

Baca Juga : Saat di Cimahi, Tb Hasanudin Sentil Proyek Mangkrak di Jabar

Menurut Dadan Wildan, Deputi Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan Kementerian Sekretariat Negara, setelah 20 tahun reformasi Indonesia, para pemilih muda diharapkan bersikap lebih kritis, terutama untuk mengubah Jawa Barat lima tahun ke depan.

"Peran pemilih pemula sangat strategis karena jumlahnya mencapai 17 juta atau 56% dari jumlah pemilih di Jawa Barat," ungkapnya.

Baca Juga : Agun Bicara Soal Sumbangan Suara dari Cimahi untuk Hasanah di Pilgub Jabar 2018, Bahas Soal Purnawirawan pula

Sementara itu Komisioner KPU Jabar Endun Abdul Haq menyatakan peran pemilih pemula akan berpengaruh terhadap kepemimpinan dan pembangunan Jawa Barat lima tahun mendatang.

Karenanya, ia menawarkan catur ajakan kepada pemilih muda, yakni : tidak menjadi penonton pada Pilgub 2018 dan Pemilu Serentak 2019, menjadi pemilih rasional, berada di barisan terdepan dalam menangkal berita bohong, dan menyampaikan informasi kepemiluan kepada orang-orang terdekat.

Baca Juga : Warga Cimahi Curhat ke Cagub Jabar Tb Hasanuddin

Perlunya sikap kritis juga disampaikan Hasbi Rofiki yang mewakili Center for Election and Political Party (CEPP) Universitas Indonesia. Sikap kritis diperlukan pemilih pemula, khususnya saat menghadapi infiltrasi di media-media sosial.

"Perlu sikap cerdas dan kritis saat menghadapi situasi seperti itu," sebutnya.

Baca Juga : Kok Kampanye Pilgub Jabar di Cimahi gak Pake Surat Tembusan ke Panwaslu?

Pernyataan itu diamini Eli Malihah, Kepala Pusat Studi Wanita UPI, yang juga meminta khalayak yang hadir, cerdas dan kritis dalam memilih pemimpin.

"Pilihlah pemimpin yang patut memimpin," ujarnya.

Kegiatan electainment on campus di UPI dihadiri ratusan mahasiswa dan puluhan dosen. Panitia juga membagi-bagi door prize bagi peserta yang bisa menjawab pertanyaan narasumber.

Baca Lainnya