Senin, 15 April 2019 15:05

Pemilih Dilarang 'Selfie' di Bilik Suara Pemilu 2019

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi.
ilustrasi. [net]

Limawaktu.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melarang pemilih untuk mendokumentasikan hak pilihnya dibilik suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Larangan itu tertera jelas dalam Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilu. Dengan adanya larangan itu, KPU meminta agar pemilih tak membawa ponsel ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat melakukan proses pencoblosan 17 April mendatang.

Baca Juga : Layani Pemilih ODGJ, KPU KBB Siapkan Petugas Jemput Bola

"Kami sudah sampaikan ke pihak KPPS dan PPS bahwa warga tidak boleh membawa HP ke dalam bilik suara. Hal ini untuk menghindari foto selfie atau menunjukkan suara yang dicoblos sehingga berpotensi menimbulkan kerawanan dan ketidaknyamanan di masyarakat," imbuh Ketua KPU KBB Adie Saputro saat ditemui seusai apel pergeseran pasukan di Lapangan Rajawali, Cimahi, Senin (15/4/2019).

Diakuinya, memang tidak ada sanksi yang bakal menjerat hal tersebut. Namun, dalam Pasal 42 PKPU Nomor 3 Tahun 2019, disampaikan bahwa "Pemilih dilarang mendokumentasikan hak pilihnya dibilik suara sebagaimana dimaksud dalam pasal 42". 

Baca Juga : Sketsa Berisi Pesan Damai dari KBB untuk Pilpres 2019

Selain membawa ponsel, KPU juga melarang pemilih untuk membawa senjata tajam, rokok atau alat lainnya yang bisa membuat rusak surat suara. Sebab surat suara dinyatakan sah manakala dicoblos oleh paku yang telah disiapkan di bilik suara. 

Disinggung soal keberadaan TPS di daerah yang rawan bencana, Adie mengungkapkan telah menyampaikan ke KPPS dan PPS untuk membuat TPS yang aman baik dari banjir ataupun bencana longsor. 

Baca Juga : TPS Cimahi-KBB Dapat Pengamanan Ketat Petugas Gabungan

Secara keseluruhan yakni sebanyak 5.088 TPS di KBB semuanya sudah mempertimbangkan aspek keamanan dalam pembuatannya. Memang ada beberapa TPS yang harus digeser seperti di Kecamatan Rongga dan Gununghalu.

"Meskipun digeser tapi lokasinya tidak jauh karena masih di kampung yang sama. Semuanya sebagai antisipasi saja karena sekarang kan musim hujan jadi TPS harus aman," tandasnya.

Baca Lainnya