Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna Saat Akan Memasukan Kertas Suara Ke Dalam Kotak Suara 
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna Saat Akan Memasukan Kertas Suara Ke Dalam Kotak Suara  [ferybangkit]
Politik

Partisipasi Pemilu di Cimahi Meningkat, Bagaimana di Bandung Barat?

Limawaktu.id - partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sangat tinggi. Termasuk di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

Di Kota Cimahi, pemilih yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 17 April lalu mencapai 85,66 persen. Persentasi itu didapat dari tiga jenis pemilih, yakni Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Untuk kategori DPT yang menyalurkan hak pilihnya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun ini mencapai 324.892 pemilih, dari DPK 12.741 pemilih dan DPTb mencapai 7.237 pemilih.

"Ditambah pemilih dari disabilitas 357 orang. Saya lihat kehadirannya tinggi, antusias datang ke TPS-nya. Kita di atas target nasional," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi, Mochamad Irman saat dihubungi via pesan singkat, Sabtu (18/5/2019).

 Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana Priatna Saat Memasukan Kertas Suara Ke Dalam Kotak Suara

Menurut Irman, tingginya partisipasi pemilih itu dikarenakan tingginya keinginan masyarakat untuk mengikuti pesta demokrasi ini. Apalagi, Pemilu tahun ini dilaksanakan secara bersamaan.

"Masyarakat ingin merasakan bagaimana Pemilu serentak. Nuansanya kelihatannya lebih Pilpres lebih menarik," kata Irman.

Begitu juga di KBB, dimana pada Pemilu 2019 ini mencapai 86,6 persen. Jumlah ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan pagelaran pemilu sebelumnya.

"Alhamdulillah partisipasinya cukup tinggi. Pemilihnya mencapai 1.030.803 jiwa," terang Ketua KPU KBB, Adie Saputro. Kbb 86,6 persen

Dikatakannya, ada beberapa pengaruh mengapa partisipasi pemilih tahun ini naik signifikan. Di antaranya Pemilu yang diadakan serentak, sosialisasi yang masif, sinergitas antara penyelenggara Pemilu, peserta Pemilu, pemerintah dan stakeholder lainnya.

"Kemudian, ada juga kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya," tandasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer