Jumat, 29 Juni 2018 15:41

Partisipasi Pemilih di KBB Meleset, tapi Meningkat Dibandingkan Pemilu Lalu

Reporter : Fery Bangkit 

Limawaktu.id,- Target partisipasi pemilih pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat 2018 mencapai 76,99 %.

Meski tak sesuai target partisipasi suara nasional yakni 77,50%, namun capaian partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di Bandung Barat diklaim cenderung meningkat dibandingkan pada pesta demokrasi sebelumnya.

Baca Juga : Paslon Akur Bikin Gaduh, Bagikan Kaos pada Masa Tenang Pilbup Bandung Barat 2018

"Kalau kita bandingkan dengan beberapa Pilkada lalu, tentu ini paling tinggi tingkat partisipasinya. Ada tren kenaikan. Pilkada 2013 sekitar 72 persen, Pemilu 2014 sekitar 74 persen," beber Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) KBB, Iing Nurdin, Jum'at (29/6/2018).

Rekapitulasi penghitungan cepat pilbup KBB 2018 sendiri sudah mencapai 100%. Total suara yang masuk sebanyak 902.040 pemilih. Suara sah mencapai 864.440, sedangkan suara tidak sah sebanyak 37.300.

Baca Juga : Aa Umbara Pasrah pada Hasil Akhir Pilbup KBB 2018

Berdasarkan hitung cepat situs www.infopemilu.kpu.go.id, Pilbup KBB dimenangkan pasangan Aa Umbara-Hengku Kurniawan (Akur) dengan raihan suara 419.225 atau 48,45%.

Urutan kedua ditempati pasangan Doddy Imron Cholid-Pupu Sari Rohayati (Kado) dengan raihan 250.355 suara atau 28,93%. Posisi buncit ditempati pasangan Elin Suharliah-Maman S Sunjaya (Emas) dengan total 195.763 suara atau 22,62%.

Baca Juga : Kejutan Abubakar Bikin Emas Menang di TPS 009 Lembang

Dikatakan Iing, partisipasi pemilih Pilkada 2018 ini terbilang cukup bagus. Atas dasar tersebut, pihaknya mengapresiasi kepada seluruh instansi terkait.

"Terutama pada para pemilih yang sudah menggunakan hak pilihnya," ujarnya.

Baca Juga : Kado Klaim akan Unggul 45% pada Pilbup KBB 2018

Iing menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan tingkat partisipasi kali ini meningkat dibandingkan pesta demokrasi sebelumnya. Di antaranya, kata dia, pihaknya melakukan sosialisasi masif kepada seluruh lapisan masyarakat tentang adanya Pilkada.

Kemudian, menurut Iing, tiga pasangan calon yang bertarung juga memiliki andil besar dalam menginformasikan pelaksanaan Pilkada. Faktor terakhir adalah, hari pencoblosan yang berlangsung pada 27 Juni 2018 dilaksanakan pada hari libur nasional.

"Ini merupakan sebuah faktor yang kemudian masyarakat menyalurkan hak pilih sebaik-baiknya," tuturnya.

Baca Lainnya