Kamis, 19 Oktober 2017 21:38

Partai Kontra di Pilkada, Menanti Janji Ajay-Ngatiyana

Reporter : Fery Bangkit 
Aida Cakrawati, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cimahi
Aida Cakrawati, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cimahi [Limawaktu]

Limawaktu.id, - Realisasi janji-janji politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi terpilih Ajay M Priatna-Ngatiyana kini dinantikan partai politik di Kota Cimahi.

DPC Partai Demokrat Kota Cimahi, partai yang bersebrangan saat Pilkada 2017 menyoroti janji Ajay-Ngatiyana perihal alokasi anggaran Rp 100 juta per RW.

Menurut Kepala DPC Demokrat Kota Cimahi, Aida Cakrawati, program tersebut harus melalui kajian yang sangat mendalam.

"Kajiannya harus benar. Jangan hanya kemarin niatnya nyenengin RW biar ngedukung," katanya.

Namun intinya selaku partai kontra saat Pilkada, kata Aida, Partai Demokrat siap mendorong program-program Ajay-Ngatiyana untuk direalisasikan.

"Tentu kita akan sama-sama. Kami tentu turut mendorong untuk merealisasikan," ucapnya.

DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cimahi, yang saat Pilkada 2017 lalu juga kontra dengan Ajay-Ngatiyana mengatakan, pihaknya kini menunggu realisasi janji-janji politik sang Wali Kota Cimahi terpilih.

"Kalau sebagai yang bersebrangan, ingin melihat bukti dari janjinya," ujar Kania Intan Puspita, Kader PKS Kota Cimahi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (19/10/2017).

Menurut Anggota Komisi I DPRD Kota Cimahi itu, memang sah-sah saja janji-janji diucapkan oleh siapun yang ingin menjadi kepala daerah.

Namun, tetap saja janji-janji tersebut harus direalisasikan. Sebab, kalau tidak, janji tersebut akan ditagih oleh masyarakat Kota Cimahi, terutama yang mendukung Ajay-Ngatiyana.

"Iya sih, kalau lagi kampanye mah sah sah saja mengeluarkan program yg bagus-bagus. Mungkin akan bertahap saja pelaksanaannya," kata Kania.

Seperti diketahui, Saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cimahi tahun 2017, pasangan yang diusung PDIP, PPP, PKB, Hanura dan PAN tersebut melontarkan belasan program. Di antaranya 1.000 lapangan pekerjaan, penanganan banjir dan kemacetan, santunan kematian masyarakat ber-KTP, alokasi anggaran Rp 100 juta per RW, kesejahteraan buruh, tambahan insentif RT/RW dan masih ada sejumlah program lainnya yang dijanjikan Ajay-Ngatiyana. (kit)*