Jumat, 20 Juli 2018 14:41

Minim Kesadaran Caleg jadi Sumber Sampah Visual di Kota Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Limawaktu.id,- Minimnya kesadaran dari pelaku politik, seperti para calon anggota legislatif hingga tim sukses dalam memelihara keindahan kota menjadi salah satu penyebab maraknya pelanggaran Alat Peraga Kampanye (apk).

Hal tersebut disampaikan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cimahi Sri Suasti, Jum'at (20/7/2018). "Intinya, kesadaran dalam memelihara lingkungan perlu ditingkatkan," kata Sri.

Baca Juga : Minim Kader, Dua Parpol di Cimahi Absen Daftarkan Balaceg 2019

Menurutnya, banyak sekali dampak dari sampah plastik yang dihasilkan setelah pemilu berlangsung. Selain menjadi sampah visual Kota Cimahi, juga limbahnya sulit diolah. Untuk mengurangi dampak volume sampah visual jelang Pileg 2019, pihaknya akan melakukan sosialisasi tim kampanye untuk bisa mengurangi sampah berbahan dasar plastik.

"Selain itu, akan coba mengusulkan ke KPU RI agar ada aturannya terkait bahan APK yang tidak menggunakan bahan plastik," ujarnya.

Baca Juga : 16 Parpol di KBB Daftarkan Bacalegnya

Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cimahi berharap, para Caleg maupun tim sukses mau mengurangi sampah plastik dari baliho yang digunakan sebagai APK.

Sejauh ini, kata dia, hampir setiap APK terbuat dari bahan plastik. Akibatnya, pihak penyelenggara kesulitan ketika hendak membuang sampah sisa kampanye tersebut.

Baca Juga : Alhamdulillah....Daftar Bacaleg sudah, Tinggal Tahapan Berikutnya

"Memang kita kesulitan membuang APK yang telah ditertibkan. Semuanya rata-rata dari bahan plastik. Mau buangnya juga kita kebingungan, sebab tidak semua bahan bisa diolah," kata Yus.

Menurutnya, pemasangan APK dari setiap pagelaran Pilkada, Pilpres hingga Pileg, selama ini banyak yang menyalahi aturan. Mereka memasang APK dinilai seenaknya hingga pada akhirnya malah membuat kotor kota.

Baca Juga : Minat Masyarakat jadi Bacaleg Menurun Drastis

"Saya harap para legislatif ini kedepannya bisa menegaskan dalam paripurnanya, agar tidak menggunakan APK berbahan plastik. Sebab, sulit diurai dan dampaknya tidak baik bagi lingkungan," ungkapnya.

Untuk mengurangi sampah plastik pada saat kampanye, lanjut dia, perlu dibarengi dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Sehingga nantinya ada aturan yang bisa ditegakan.

"Kalau sekarang, kita ikuti saja dulu aturan yang berlaku saat ini," ujarnya.

Baca Lainnya