Selasa, 29 Mei 2018 15:01

Meraba Potensi Bantuan Sembako Bermuatan Politik di Pilbup Bandung Barat 2018

Reporter : Fery Bangkit 
Pengamat Politik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Arlan Sidha.
Pengamat Politik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Arlan Sidha. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Pengamat Politik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Arlan Sidha menilai, potensi bagi-bagi bantuan bermuatan politik sangat mungkin terjadi dalam Pilbup Bandung Barat 2018.

Dikatakannya, potensi tersebut sangat mungkin terjadi mengingat saat ini tengah memasuki bulan ramadan, dan sebentar lagi akan memasuki Idul Fitri 1439 Hijriyah.

"(Potensi 'embel-embel' bantuan sembako bermuatan politik) berpotensi akan dilakukan semua calon. Saya yakin," kata Arlan, Selasa (29/5/2018).

Arlan mengatakan, dirinya tak bisa mengklasifikasikan apakah bentuk bantuan itu termasuk kategori money politic atau bukan. Sebab, yang bisa mengklasifikasikannya hanya Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

Namun yang jelas, kata Arlan, moment bulan berkah seperti ini sangat mungkin dimanfaatkan oleh ketiga paslon untuk memberikan semacam bantuan. Tujuannya, agar lebih mendekatkan diri kepada konstituen.

"Tapi, kalau kemudian dia (paslon) memberikan sesuatu ada 'embel-embel' calon atau parpol, itu masalah (pelanggaran)," tegasnya.

Seperti diketahui, Pilbup Bandung Barat 2018 sendiri diikuti tiga paslon. Paslon nomor urut 1 ialah Elin Suharliah-Maman S Sunjaya (Emas), paslon nomor urut 2 Doddy Imron Cholid-Pupu Sari Rohayati (Kado) dan paslon nomor urut 3 Aa Umbara-Hengky Kurniawan (Akur).

Ketiga paslon itu hanya memiliki waktu sekitar satu bulan lagi untuk melakukan kampanye. Tahapan kampanye akan berakhir pada 23 Juni 2018. Sedangkan pencoblosan akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018.