Limawaktu.id,- DPD Partai nasdem Kota Cimahi akan mengawal proses penghitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.
Seperti diketahui, pada pemilihan yang berlangsung Rabu (27/6/2018), Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (rindu) unggul berdasarkan hasil quick count. Rindu merupakan pasangan yang diusung NasDem.
Khusus di Kota Cimahi, berdasarkan penghitungan internal DPD Partai NasDem di Kota Cimahi, pasangan Rindu mengungguli tiga pasang lainnya dengan raihan suara mencapai 46,23%. Disusul pasangan Asyik 31,13%, kemudian 2DM 13,98% dan Hasanah 7,29 persen.
Ketua DPD Partai NasDem Kota Cimahi, Muchlisin mengatakan, pengawalan proses penghitungan suara dimaksudkan untuk mengantisipasi penyimpangan. Apalagi, saat ini pasangan Rindu tengah unggul.
Pengawalan surat suara akan dilakukan pihaknya dari mulai penghitungan di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hingga tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi.
"Kita akan mengawal semoga saja tidak ada penyimpangan sampai dengan penetapan Ridwan Kamil-UU sampai RK ditetapkan," kata Muchlisin saat ditemui di DPD Partai NasDem Kota Cimahi, Jln. Haji Haris, Kamis (28/6/2018).
Dikatakannya, saat proses penghitungan suara di lapangan berlangsung, pihaknya juga turut memantau prosesnya. Pasalnya, penempatan petugas intern di setiap TPS langsung mengirim hasil perolehan suara kepada interen NasDem Kota Cimahi.
"Suara yang dihimpun di TPS kemudian direkap di server kelurahan, terus baru dimasukan sever DPD (NasDem) sehingga munculah perolehan suara pilgub ini. Allhamdulilah sesuai degan rencana Bapak Ridwan Kamil dan Uu unggul di Cimahi," beber Muchlisin.
Sebenarnya, lanjut, Muchlisin, pihaknya tidak menyangka keunggulan suara di Kota Cimahi bisa mencapai 45% lebih. Meski demikian, memang semua partai koalisi optimis Rindu akan unggul di Kota Cimahi.
"Tadinya kita prediksi hanya 42 persen sekarang allhamddulilah 45 persen. Data masuk di kami hampir 80 persen lebih," katanya.
Menurut Muchlisin, ada berbagai alasan mengapa pasangan RK yang diusung NasDem, Hanura, PKB dan PPP itu bisa unggul dalam proses penghitungan cepat.
Dikatakannya, program yang diusung Rindu sangat merakyat. Kemudian, keduanya memperhatikan masyarakat kecil. "Sehingga sambutan dari masyarakat sangat tinggi," ucapnya.