Minggu, 21 Januari 2018 13:01

Menakar Peluang Para Balon di Pilbup KBB 2018

Ditulis Oleh Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [pixabay]

Limawaktu.id, - Dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung Barat (KBB), ada empat pasangan yang mendaftar lewat Komisi Pemilihan Umum (KPU) KBB.

Tiga pasangan berangkat lewat jalur partai politik, yakni Elin S Abubakar-Maman S Sunjaya, Aa Umbara-Hengky Kurniawan dan Doddy Imron Cholid, serta satu pasangan lewat jalur independen yakni Ikke Dewi Sartika-Uben Yunara Dasa Priatna.

Lalu, bagaimana peluang keempat pasangan Bakal Calon Bupati-Bakal Calon Wakil Bupati tersebut di Pilkada KBB 2018?

Menurut Arlan Sidha, Pengamat Politik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), secara peta politik, keempat pasangan memiliki peluang yang sama untuk memenangkan Pilkada KBB.

"Keempat-empatnya memiliki kans sama untuk memenangkan Pilkada di Bandung Barat. Hanya saja ada yang lebih unggul," ujar Arlan saat dihubungi via telepon, Minggu (21/1/2018).

Berdasarkan pengamatan sementara Arlan, pasangan Elin-Maman yang diusung PDIP, PKB dan PPP serta didukung Partai Perindo dan Partai Berkarya lebih unggul dibandingkan pasangan lainnya.

Pasalnya, kata Arlan, keduanya, khususnya Elin yang notabenya istri Bupati Bandung Barat, Abubakar sudah diketahui mayoritas masyarakat KBB.

"Bu Elin terlihat lebih unggul karena dia sudah dikenal masyarakat secara elektabilitas. Ditambah lagi Pak Maman sebagai orang birokrasi," kata Dosen Ilmu Politik dan Pemerintahan tersebut.

Menurut Arlan loncatnya Aa Umbara dari DPIP ke partai lain bisa memecah belah masa di KBB.

Seperti diketahui, Abubakar merupakan politisi senior PDIP, menjadikan PDIP sebagai partai penguasa dalam helatan Pemilihan Bupati maupun Pemilihan Legislatif.

Buktinya, dalam Pilbup, Abubakar yang diusung PDIP bertahta dua periode sebagai Bupati KBB. Dalam Pileg pun, PDIP meraih kursi terbanyak di legislatif KBB dengan 12 kursi.

"Bu Elin dan Pak Maman tidak boleh terlalu percaya diri. Kalau seandainya terlalu percaya diri dengan kekuatan yang ada, saya khawatir masanya akan berpindah," ujar Arlan.

Selanjutnya soal peluang Doddy-Pupu yang diusung Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai Gerindra. Dikatakan Arlan, pasangan politisi dan birokrasi tersebut tetap memiliki peluang untuk menang.

Hanya saja, Doddy-Pupu butuh kekuatan lebih untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas. Sama halnya dengan pasangan Ikke-Uben yang berangkat dari jalur perseorangan.

"Nama Doddy perlu effort lebih karena posisi masyarakat lebih mengenal ibu (Elin) dibanding Doddy. Independen agak susah untuk memenangkan," tandas Arlan