Jumat, 22 Juni 2018 12:42

Marak Propaganda Politik '2019 Ganti Presiden', Begini Penjelasan Politisi PKS Kota Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Propaganda politik bertuliskan '2018 Asyik Menang dan 2019 Ganti Presiden' dalam bentuk brosur dan spanduk.
Propaganda politik bertuliskan '2018 Asyik Menang dan 2019 Ganti Presiden' dalam bentuk brosur dan spanduk. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Gerakan 2019 ganti Presiden mewabah di Kota Cimahi. propaganda politik bertuliskan '2018 Asyik Menang dan 2019 Ganti Presiden' dalam bentuk brosur dan spanduk pun terpasang di hampir setiap sudut kota.

Menanggapi hal tersebut, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Kania Intan Puspitasari menganggap bahwa hal tersebut wajar. Dijelaskannya, propaganda politik tersebut untuk mengingatkan dan menyemangati masyarakat bahwa tahun 2019 harus ada perubahan.

"Kalau menurut saya, itu hal wajar. Melihat kondisi, pengen juga kita ganti pemimpin," kata Kania saat ditemui di DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita, Jum'at (22/6/2018).

Dikatakannya, pemasangan brosur dan spanduk oleh relawan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) untuk mengingatkan bahwa hanya pasangan Asyik lah yang menginginkan tahun 2019 itu ganti presiden.

"Hanya palson tiga (Asyik) yang punya semangat Presiden. Itupun secara konstitusional," tegas Kania.

Diakuinya, memang ada dari tim sukses lain yang merasa terganggu dengan pemasangan tagar 2019 ganti Presiden itu. Bahkan, ada beberapa yang sudah dilakukan pencabutan secara paksa.

Hal tersebut pun disayangkan Kania. Pasalnya, kata dia, yang memiliki wewenang untuk melakukan pencopotan adalah Panwaslu, KPU maupun Satpol PP Kota Cimahi.

"Kami menyayangkan sampe ada pencabutan," ujarnya.

Sementara itu, Achmad Gunawan, politisi PDI Perjuangan menilai, propaganda politik bertuliskan 2019 ganti presiden itu sudah termasuk makar. Pasalnya, kata dia, waktu pemilihan Presiden masih terbilang lama.

"Ini saya anggap memancing kawan-kawan yang sedang tidur," katanya.

Beberapa waktu lalu, kader PDI Perjuangan Kota Cimahi melakukan pencabutan secara paksa di dua wilayah, yakni Cimahi Utara dan Cimahi Selatan. Menurut Achmad, pemasangan tagline 2019 ganti presiden akan memancing kemaharan dan menimbulkan ketidak kondusifan.

Baca Lainnya